alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dinsos Makassar Intip Cara Bali Atasi Gepeng dan Anjal

Budi Santoso
Dinsos Makassar Intip Cara Bali Atasi Gepeng dan Anjal
Dinas Sosial (Dinsos) Makassar melakukan studi banding di Kota Denpasar, Bali, selama tiga hari. Berlangsung sejak tanggal 14 hingga 16 Maret. Foto : Istimewa

DENPASAR - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Iskandar Lewa terus berupa mengatasi dan menangani persoalan sosial di kota berjuluk Anging Mammiri, seperti keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal).

Salah satu upaya itu, yakni melakukan studi banding di Kota Denpasar, Bali, selama tiga hari. Berlangsung sejak tanggal 14 hingga 16 Maret.

Di Kantor Dinas Sosial Denpasar Bali, kedua instansi pemerintahan ini saling bertukar informasi demi menemukan solusi penanganan gepeng dan anjal.



"Hampir sama penanganan gepeng, bahkan ada perbedaan luas geografis antara Makassar dan Kota Denpasar. Kota Denpasar hanya 4 Kecamatan, sementara Makassar sendiri terdiri dari 15 Kecamatan. Namun percepatan penanganannya terbilang berimbang, meskipun masih ada kekurangan yang perlu kita sempurnakan, salah satunya bagaimana peran anak-anak jalanan tersebut bisa mendapat perhatian khusus di beberapa kegiatan nasional," sebut Iskandar Lewa melalui keterangan resminya yang diterima SINDOnews, Jumat (15/03/2019).

Di hadapan jajaran Dinsos Denpasar, Iskandar Lewa mengatakan, jika penanganan gepeng dan anjal di Makassar melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Selain itu, dia menyampaikan jika saat ini Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto fokus kepada pengadaan lahan dan gedung pembinaan yang disebut Lingkungan Pondok Sosial (Liposus).

"Jadi kami sebagai dinas terkait sementara dalam proses pengadaan lahan dan gedung untuk pembinaan. Ini terus dikontrol langsung oleh bapak wali kota, jadi selain penanganan kami juga fokus kepada ruang pembinaan," sebutnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Kota Makassar ini menyinggung soal Program Keluarga Harapan (PKH).

"Alhamdulillah, program ini sedang dalam tahap verifikasi. Selain sebagai realisasi peraturannya, kami juga sedang melakukan monitoring para pendamping PKH tentang sejauh mana program bapak presiden Joko Widodo tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh para penerima," ucap dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinsos Denpasar, I Nyoman Artayasa mengungkapkan jika upaya mengatasi persoalan gepeng dan anjal dengan melibatkan mereka pada momentum hari anak nasional.

"Momentum hari anak nasional menjadi ruang dalam pembinaan, termasuk anak panti asuhan dilibatkan dalam berbagai event. Kita buatkan event, mulai dari olahraga dan seni budaya, kita gali potensi mereka, semua pihak terlibat dalam giat tahunan tersebut," terangnya.

"Kita juga lakukan pembinaan di panti-panti yang bekerjasama sesuai dengan bakat dan minat dari mereka. Selanjutnya, memetakan bakat dan minat masing-masing. Barulah kemudian, diadakan pembinaan," sambung I Nyoman.

Terkait dengan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Dinsos Denpasar menyiapkan berbagai fasilitas, seperti kendaraan dinas, komputer, smartphone, serta sarana pendukung lainnya di masing-masing kecamatan.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads