alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wiljan Pluim Dinilai Jadi Roh Permainan PSM Makassar

Muhaimin
Wiljan Pluim Dinilai Jadi Roh Permainan PSM Makassar
Gelandang PSM Makassar Wiljan Pluim saat membela tim Juku Eja di ajang AFC Cup yang digelar di stadion Pakansari Bogor. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Sempat diragukan saat baru didatangkan musim 2016, Wiljan Pluim perlahan berhasil merebut hati suporter PSM Makassar. Gaya permainannya membuat penonton berdecak kagum kala melihat aksinya dalam sebuah pertandingan.

Tak hanya itu, Pluim pada akhirnya menjadi bagian penting skuat Juku Eja selama tiga tahun terakhir. Skill yang dimilikinya membuat pemain asal Belanda ini menjadi tumpuan permainan PSM Makassar.

Ya, aliran bola yang ada di kaki Pluim menjadi otak permainan Juku Eja. Di tempatkan di belakang striker, legiun kelahiran Zwolle, 4 Januari 1989 ini mampu mengubah ritme serangan PSM Makassar sesuai strategi yang diintruksikan pelatih.



“Tidak salah jika Pluim dikatakan kartu AS Juku Eja. Karena dia memang merupakan playmaker yang bisa mengatur permainan tim,” ungkap Ketua Komunitas Dottoro Suporter (KDS), Dr Accang.

Pluim yang menjadi kartu AS Juku Eja sedianya sudah menjadi rahasia umum. Sebab hampir seluruh pelatih calon lawan PSM Makassar, mewaspadai pergerakan pemain berusia 30 tahun ini.

Berbagai cara pun dilakukan calon lawan untuk menghentikan Pluim agar permainan PSM Makassar tidak berkembang. Mulai dari mengintruksikan dua sampai tiga pemain untuk mengawalnya, atau meredam pergerakannya dengan cara melanggar.

“Aliran bola semua berawal dari pergerakan Pluim. Sentral permainan PSM ada sama Pluim. Jadi kalau mau hentikan permainan PSM, biasanya tim lain matikan gerakan Pluim,” tambah Accang.

Menurutnya, permainan PSM Makassar tanpa Pluim akan sangat berbeda. Utamanya saat Juku Eja melakukan tekanan, pola penyerangannya tidak sama.

Namun Accang tak menampik bahwa pemilik nomor punggung 80 itu juga memiliki kekurangan. “Tanpa Pluim, aliran bola dari tengah ke lini depan jadi pincang. Tapi terkadang monoton, dan terkadang terlalu lama pegang bola,” urai Accang.

Pengamat sepak bola, Abdi Tunggal mengamini pandangan Accang. Abdi menyebut roh permainan PSM Makassar memang berada di kaki Pluim.

“Dia memang punya kualitas. Beruntung PSM memiliki Pluim. Ada gaya permainan tim dengan hadirnya Pluim di lapangan,” katanya.

Namun, eks Penasehat Teknik PSM Makassar ini menyebut tim sedianya tidak boleh terlalu bergantung dengan Pluim. Sebab ada saat dimana, eks tim Liga 1 Belanda itu, Willem II tak bisa diturunkan.

“Harus ada alternatif sebagai pengganti Pluim. Atau pola serangan yang berubah tanpa adanya peran Pluim. Jadi kalau tanpa dia, tim tetap tampil maksimal,” jelasnya.

Konsistensi Pluim berperan penting saat membuat PSM selalu bersaing di papan atas klasemen Liga 1. Dua tahun terakhir, Juku Eja hampir juara andai tidak terpeleset di laga-laga krusial.

“Untuk meraih gelar juara, kita juga harusnya memiliki sesuatu yang namanya keberuntungan. Kalau menurut saya, PSM tidak konsisten pada laga tandang. Mungkin itu salah satu sebabnya,” katanya.

Masih berkostum PSM hingga 2021, Pluim optimis bisa membantu tim kebanggaan Sulsel ini membawa pulang trofi liga yang sudah lama tidak ke Makassar. “Di Belanda, kami percaya bahwa akan ada kesempatan ketiga. Dan saat itu, kami akan mendapatkan kesuksesan,” jelasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif