alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengoperasian 15 Armada Bus BRT Tunggu APBD Perubahan

Mustafa Layong
Pengoperasian 15 Armada Bus BRT Tunggu APBD Perubahan
Bus Rapid Transit (BRT) saat melintas di atas Underpass Mandai, Makassar. Pemprov Sulsel mengirim BRT ke Toraja untuk mendukung pariwisata di sana. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Andi Sudirman Sulaiman langsung menggenjot pengembangan potensi daerah. Salah satunya sektor pariwisata di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

Untuk menggenjot pengembangan wisata, salah satu syarat utama aksesibilitas transportasi untuk wisatawan. Sehingga, Nurdin berencana membuat sistem transportasi yang menghubungkan seluruh destinasi wisata di Toraja menggunakan armada bus rapid transit (BRT).

Salah satu cara yang ditempuh dengan mengirim delapan unit bus bantuan Kementerian Perhubungan ke Tana Toraja dan Toraja Utara. "Akan kita kirim delapan ke Tana Toraja dan Toraja Utara. Kita akan perlihatkan sistem transportasi yang bagus disana," jelas, Senin, (18/03/2019).



Meski demikian, rencana pengiriman itu masih harus ditunda dalam waktu beberapa bulan kedepan. Sebab 15 armada bus yang diserahkan sejak Desember 2018, kini masih terparkir rapi di sudut lapangan upacara Kantor Gubernur Sulsel lantaran belum laik jalan.

Alasannya Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel tidak menyiapkan anggaran pada APBD 2019 untuk pengurusan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BBKB).

Sehingga baru dapat diupayakan kelengkapan surat kendaraan melalui APBD perubahan mendatang. "Ini kan masuk setelah pembahasan APBD, sehingga dicarikan dulu anggaran. Nanti APBD perubahan kita siapkan untuk BPKB-nya," jelas Nurdin.

Diketahui, pada akhir 2018 lalu kementerian Perhubungan menyerahkan 15 armada bus baru untuk mendukung program bus rapid transit (BRT) di Kota Makassar. Namun animo masyarakat memanfaatkan moda transportasi massal itu cukup kecil.

Sehingga pada perkembangannya, sejak 2015 BRT yang dikolola Perum DAMRI terus merugi. Bahkan terakhir, dari tujuh koridor yang sebelumnya dioperasikam kini hanya diaktifkan dua rute saja. Yakni koridor I Bandara -Jalan Riburane dan Sudiang-Pallangga.

Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar mengakui hingga saat ini belum dapat mengoperasikan 15 bus pemberian Kemenhub. Tak hanya karena skema trayek, pemerintah juga tengah dipusingkan biaya penerbitan BPKB dan BBNKB.

"Kita tunggu dulu plat, BPKB dan STNK-nya. Ini butuh anggaran yang besar, bayangkan kalau pengurusan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) itu bisa sampai Rp70 juta. Kalau 15 unit kita butuh sekitar Rp1 miliar lebih," katanya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads