alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kuasa Hukum Begal Potong Tangan Sebut Tuntutan JPU Berlebihan

Vivi Riski Indriani
Kuasa Hukum Begal Potong Tangan Sebut Tuntutan JPU Berlebihan
Kuasa hukum terdakwa kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tangan korbannya putus, menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berlebihan. Foto: SINDOnews/Vivi RIski Indriani

MAKASSAR - Kuasa hukum terdakwa kasus curas yang mengakibatkan tangan korbannya putus, menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berlebihan.

JPU kasus tersebut menuntut pada dua terdakwa utama begal potong tangan terhadap Imran mahasiswa Akademik Teknik Industri Makassar (ATIM) yakni Aco alias Pengkong, 21 dan Firman alias Emmang, 20, menuntut pidana penjara selama 17 tahun pada 12 Maret 2019 lalu.

Namun, tuntutan ini dinilai berlebihan oleh penasehat hukum terdakwa, Rahmat Sanjaya. Dia membandingkan dengan Pasal 338 KUHP ancaman hukumannnya maksimal 15 tahun penjara, sementara perbuatan kedua terdakwa tidak sampai menghilangkan nyawa korban.



"Pasal 365 Ayat 2 karena memang fakta sidangnya seperti itu, karena analisa saya Pasal 338 saja itu menghilangkan nyawa orang ancamannya cuma maksimal 15 tahun, nah ini potong tangan tapi nyawa masih ada. Jadi, tidak terlalu berkeadilan kalau hukumannya seumur hidup atau 17 tahun," kata Rahmat Sanjaya, usai Sidang Pledoi di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, ada pasal yang lebih tepat diberikan kepada kedua terdakwa yakni Pasal 365 Ayat 2 ke-1,2, dan 4 dimana ancaman hukumannya hanya maksimal 12 tahun penjara. Namun, dalam dakwaan jaksa yakni Pasal 365 Ayat 4 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Yang kita lihat adalah asas keadilan dan kemanusiaannya, karena kalau perbuatannya mereka memang harus dipenjara karena dia pelaku perbuatan pidana," ungkapnya.

Untuk itu, Rahmat berharap agar pledoi terdakwa yang dibacakan dihadapan majelis hakim bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum menjatuhkan vonis dua minggu kedepan.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads