TOPIK TERPOPULER

Aksi Demo Usut Kasus Bupati Maros Diduga Ditunggangi Kandidat Pilkada

Najmi Limonu
Aksi Demo Usut Kasus Bupati Maros Diduga Ditunggangi Kandidat Pilkada
Massa aksi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Menggugat (Gertak) menggelar unjuk rasa di depan Polres Maros dan Kejaksaan Negeri Maros, Kamis (12/11/2020). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu

MAROS - Puluhan orang yang menamai diri Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Menggugat (Gertak) menggelar unjuk rasa di depan Polres Maros dan Kejaksaan Negeri Maros. Mereka menuntut agar kasus dugaan korupsi Bupati Maros, Hatta Rahman dituntaskan oleh penegak hukum.

Dari pantauan di lokasi, terlihat beberapa orang peserta aksi mengenakan seragam organisasi bertuliskan salah satu organisasi masyarakat (ormas). Adapula yang menggunakan atribut diduga milik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati tertentu, baik yang tertempel di handphone maupun di motor mereka.



Seseorang dari peserta aksi yang ikut itu, diduga merupakan pendukung salah satu pasangan calon yang juga ikut dalam aksi yang sama di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga di Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Baca juga: Begini Konsep Chaidir Syam-Suhartina Atasi Banjir di Maros

Juru Bicara Paslon nomor urut 2 Chaidir Syam-Suhartina Bohari, Chaerul Syahab merespons aksi tersebut. Ia menduga, paslon lain sengaja melakukan kompromi politik untuk menurunkan elektabilitas paslonnya yang secara survei terpaut jauh.

“Kami sangat mengerti jika gerakan ini adalah upaya untuk men-down grade elektabilitas paslon 2. Sasarannya memang ke Pak Hatta Rahman, tapi jelas ini serangannya ke pihak kami yang memang tidak bisa dipisahkan dengan pak Hatta,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, Chaerul menyebut jika upaya yang dilakukan oleh dua kubu paslon untuk menurunkan elektabilitas paslonnya itu sangat tidak tepat. Selain karena masyarakat, ia nilai sangat cerdas menanggapi hal semacam itu, isu korupsi yang coba dibangun oleh kubu paslon lain itu sudah usang.



Baca juga: Bupati Beri Beasiswa Rp1 Miliar untuk Mahasiswa Asal Maros

“Jelas tidak efektif dan tidak berdampak ke kami karena masyarakat saya yakin sudah sangat cerdas menilainya. Apa lagi kasus ini sudah muncul sejak lima tahun lalu dan kembali diada-adakan saat pilkada ini,” lanjutnya.

Chaerul menjelaskan, pihaknya kini tidak akan terpengaruh dengan upaya yang dilakukan oleh paslon lain untuk menurunkan elektabilitas. Baik Chaidir maupun Suhartina, akan tetap bergerak menemui warga dari satu titik ke titik lainnya untuk berkampanye manawarkan program.

“Meskipun kami tahu, tapi kami pastikan tidak akan membalas dengan hal serupa. Karena Pak Chaidir maupun Ibu Suhartina memang selalu menahan simpatisannya untuk berbuat hal yang sama. Kita mau berpolitik sehat dan santun dan tetap menggaet masyarakat dengan program,” pungkasnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!