alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diprediksi Tak Lolos Parliementary Tresshold, Begini Respon Hanura Sulsel

Luqman Zainuddin
Diprediksi Tak Lolos Parliementary Tresshold, Begini Respon Hanura Sulsel
Sekretaris DPD Hanura Sulsel, Affandy Agusman Aris. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Political Marketing (Polmark) Indonesia menyebut bahwa sedikitnya ada 7 partai politik yang berpotensi tidak lolos atau tidak bisa melampaui Parliementary Tresshold (PT) 4 persen. Dari semua partai itu, 3 diantaranya adalah partai lama.

3 partai tersebut yakni Hanura dengan elektabilitas 1.1 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) dengan elektabilitas PBB 0.5 persen, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan elektabilitas 0.2 persen. Data itu terekam pada periode survei Oktober 2018 sampai Februari 2019.

Menanggapi hasil survei itu, Sekretaris DPD Hanura Sulsel, Affandy Agusman Aris terdengar santai. Menurut Affandy, Polmark bukanlah satu-satunya lembaga survei yang punya data demikian. Bahkan, bukan Pemilu kali ini saja, menurut Affandy, survei dengan hasil yang memojokkan Hanura, sudah sering terjadi di Pemilu 2014.



"Selama ini, 2 kali Pemilu, ini yang ke tiga, selalu Hanura dikembangkan oleh lembaga survei tidak lolos PT. Tapi, kenyataannya selalu lolos. Jadi, lembaga survei, tidak mutlak dia bisa memastikan bahwa tidak lolos," ucap Affandy saat dikonfirmasi lewat telepon genggamnya.

Menurut Affandy, pertarungan sebenarnya akan dimulai pada 17 April. Di situ kata dia, Hanura akan membuktikan bisa lolos 4 persen PT. Affandy optimistis, partainya bisa meraih bahkan sampai 7 persen pada Pemilu 2019.

Optimisme itu menurut Affandy wajar dia lontarkan. Sebab, merujuk pada hasil Pilkada serentak Juni lalu, Hanura secara nasional masuk dalam 3 besar partai pemenang. Dengan demikian, akan banyak kepala daerah yang membantu Hanura menang pada Pemilu.

"Karena baru-baru ini Pilkada masuk 3 besar nasional memenangkan Pilkada serentak. Makanya, kepala daerah punya komitmen untuk memenangkan Hanura. Kita optimis. Kita kemarin kan melebihi 5 persen, malah kemungkinan 7 persen," pungkas dia.

Sekadar diketahui Polmark Indonesia merilis data hasil surveinya di hotel Sahid Makassar beberapa Kamis (21/03/2019). Polmark melakukan survei pada periode Oktober 2018 hingga Februari 2019 dengan sampel 73 Daerah Pemilihan (Dapil) DPR RI di Indonesia. Dengan melibatkan koresponden 32.560 orang.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook