alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mengaku Bunuh Zulaiha, Kapolres Gowa Sebut Wahyu Masih Saksi

Herni Amir
Mengaku Bunuh Zulaiha, Kapolres Gowa Sebut Wahyu Masih Saksi
KAPOLRES GOWA. Penyidik Polres Gowa belum menetapkan Dr Wahyu Jayadi MPd Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai tersangka pembunuhan atas Sitti Zulaiha. Foto: SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Penyidik Polres Gowa belum menetapkan Dr Wahyu Jayadi MPd Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai tersangka pembunuhan atas Sitti Zulaiha.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, mengatakan, saat ini Wahyu masih ditetapkan sebagai saksi, meski telah mengaku membunuh ibu tiga anak tersebut.

Shinto Silitonga mengatakan, penetapan tersangka tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan pada keterangan yang diperiksa.



Menurutnya, hasil interogasi perlu disesuaikan dengan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan.

"WJ masih sebagai saksi saat ini. Kami tidak mau gegabah. Hanya karena ada pengakuan, bukan berarti petugas mengaminkan dan mengabaikan prosedur hukum acara pidana untuk meningkatkan status orang tersebut sebagai tersangka,” jelas Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga saat menggelar jumpa pers, Sabtu (23/3/2019).

BACA JUGA: Pembunuh Zulaiha Terungkap! Ternyata Seorang Doktor Berprofesi Dosen UNM

Shinto menyebut, penyidik Sastreskrim Polres Gowa masih terus melakukan penyidikan mendalam.

"Orang yang disebut tadi potensial jadi tersangka. Tetapi kami harus menguji secara scientific investigation terkait apa yang disampaikan," tutur Shinto Silitonga.

Menurutnya, Prarekonstruksi adalah bagian dari uji scientific terhadap sebuah pengakuan, dan pihaknya harus mendalami. Sehingga sampai dengan saat ini pihaknya belum menentukan tersangka.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan mencari properti-properti lain yang tidak ada di TKP, yakni salah satunya HP korban. “Ini merupakan rangkaian Scientifik Investigation, untuk menentukan benar atau tidaknya dugaan keterlibatan kerabat kerja dalam kematian korban,” tambahnya.

Wahyu juga kini telah diamankan oleh Unit Resmob Polda Sulsel.

Sebelumnya, Paur Doksik Biddokes Polda Sulsel, AKP Sulkarnain mengatakan, akan mengusahkan penyelesaian hasil autopsi mayat wanita berumur 37 tahun itu, paling cepat 3 minggu.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads