alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

DPT Dianggap Belum Maksimal, KPU Bulukumba Gelar Konser Musik

Eky Hendrawan
DPT Dianggap Belum Maksimal, KPU Bulukumba Gelar Konser Musik
KPU Bulukumba dinilai masih harus membenahi daftar pemilih tetap (DPT) agar suara warga Bulukumba bisa diakomodir. Foto: Ilustrasi

BULUKUMBA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba dinilai tidak memiliki keseriusan dalam menyelesaikan perampungan penyelesaian Daftar Pemilih Tetap (DPT). Adanya sejumlah warga Kajang yang terancam tidak dapat memberikan hak suaranya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019 mendatang seakan diabaikan.

Komisi Nasional Hal Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Beka Ulung Hapsari mengatakan, terancamnya warga suku Kajang karena tidak melakukan perekaman dan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), sehingga dipastikan warga suku Kajang tidak masuk dalam DPT pada Pilpres dan Pileg 2019.

"Warga Kajang memiliki kepercayaan untuk tidak difoto, sehingga secara otomatis tidak bisa dilakukan perekaman. Hal ini membuat sejumlah warga suku Kajang tidak dapat memilih," Katanya, Minggu, (24/03/2019).



Melihat kondisi tersebut, KPU Bulukumba bahkan tidak melakukan upaya terkait adanya pertentangan syarat foto tanpa ikat kepala dalam penempatan foto di e-KTP sesuai dengan hak masyarakat suku Kajang.

"Harusnya KPU mengkoordinasikan hal ini ke KPU dan kemendagri terkait mekanisme perekaman serta adanya suket yang bisa dijadikan dasar warga Kajang untuk memilih," ujarnya.

KPUD Bulukumba yang dianggap tidak memiliki keseriusan juga dikuatkan dengan penyelenggaraan Konser Musik. Dimana kegiatan yang dilakukan KPU tersebut, dianggap hanya menghabiskan anggaran tanpa memberikan efek positif kepada masyarakat menghadapi Pilpres dan Pileg 2019.

Komisioner KPU Bulukumba, Syamsul mengaku jika pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi hak pilih warga. Seperti melakukan program ketuk seribu pintu dengan melakukan verifikasi ke rumah-rumah warga dan membuka posko penerimaan aduan diseluruh PPS dan PPK.

"Kita sudah mengecek seluruh warga melalui program yang kami lakukan, termasuk warga di kawasan adat Tanah Toa yang dimana semua warganya sudah memenuhi syarat termasuk pemangku adatnya," terangnya.

Sedangkan terkait konser musik yang digelar KPUD Bulukumba, Syamsul mengaku bahwa kegiatan tersebut merupakan program yang telah direncanakan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyasar para pemilih milenial dengan diselingi hiburan agar sosialisasi yang dilakukan bisa lebih maksimal.

"Sosialisasi penyelenggaraan pemilu tahun 2019 ini kami sudah lakukan dengan sejumlah bentuk kegiatan. Misalnya, sosialisasi ke sekolah SMA sederajat, masuk kampus, kelompok perempuan, marginal, daerah pesisir, bahkan kami dan jajaran bersosialisasi dari rumah ke rumah warga lainnya," ungkap Syamsul.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads