alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dewan Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Para Pengemudi Angkot

Luqman Zainuddin
Dewan Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Para Pengemudi Angkot
Anggota DPRD Sulsel Amran Aminullah usai menerima aspirasi para pengemudi angkot yang melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Sulsel, Selasa, (26/03/2019). Foto: Sindonews/Luqman Zainuddin

MAKASSAR - Puluhan pengemudi angkutan dalam kota (Angkot)Makassar (Petepete), melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi Sulsel, Selasa (26/3/2019) siang. Atas aksi tersebut, dewan berjanji akan menindak lanjuti tuntutan mereka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Anggota DPRD Sulsel, Amran Aminullah yang menemui perwakilan pengunjuk rasa, berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka ke pimpinan. Sehingga, bisa ditindak lanjuti dalam bentuk RDP bersama pemerintah setempat.

"Kesimpulan pertemuan tadi, inshaa Allah saya akan menyampaikan ke pimpinan untuk ditindak lanjuti, mengundang kembali, kita RDP, mengundang stakeholder terkait. Baik Gubernur maupun dinas perhubungan, dan Bappenda," sebut Amran.



Amran sendiri, mengakui jika beberapa dari tuntutan para supir Petepete memang terjadi di lapangan. Misalnya, soal retribusi yang mahal.

"Mereka meminta retribusi Rp3 ribu juga diturunkan aja, atau sekalian tidak ada. Kita harus harus akui, ekonomi kita yang agak menurun, syukur kalau mereka bisa dapat Rp60 ribu perhari," aku politisi PPP itu.

Hanya saja, Amran khawatir mengenai tuntutan mereka soal Petepete Smart yang mereka tuntut untuk dihapuskan. Sebab, itu adalah gawean Pemerintah Kota Makassar, bukan di level Provinsi Sulsel.

Sekadar diketahui, para pengemudi Petepete menyampaikan 7 tuntutan dalam aksinya. Pertama, menuntut untuk menurunkan pajak kendaraan bermotor. Kemudian, meminta untuk membebaskan retribusi untuk angkutan kota lantaran ada angkutan lainnya yang tidak membayar retribusi. Mereka juga meminta, agar pemerintah menolak pete-pete smart Pemkot.

Kemudian menuntut supaya pemerintah menghapus retribusi angkot yang dikelola PD Terminal Makassar Metro. Mereka juga menuntut untuk memboikot retribusi angkutan kota karena adanya diskriminasi atas angkutan lain. Kemudian meminta agar ada penertiban angkutan umum mamminasata yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku, khususnya ASK.

Terakhir, mereka juga menuntut agar pemerintah menindak tegas orang-orang yang membentengi perusahaan angkutan Bandara.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads