alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kadisdukcapil Bersaksi Dipersidangan Kasus Disdik Makassar

Vivi Riski Indriani
Kadisdukcapil Bersaksi Dipersidangan Kasus Disdik Makassar
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Makassar dihadirkan pada sidang kasus dugaan penyelewengan dana di Dinas Pendidikan Makassar. Foto: Ilustrasi

MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU), kembali menghadirkan Aryati Puspasari Abady sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penyimpangan dana anggaran rutin kegiatan operasional Dinas Pendidikan Kota Makassar tahun 2015-2016.

Aryati yang juga Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil), dipanggil sebagai mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik). Kehadirannya untuk mengkonfontir keterangan Iwan dalam sidang sebelumnya dimana dia menyebutkan telah menitipkan uang dalam amplop coklat di dalam ruang kerjanya.

Selain Aryati, jaksa juga menghadirkan saksi lain yakni Aris Ismunandar mantan Kepala Dinas Pendidikan, Irwanto alias Iwan honorer Disdik Makassar, dan Fuad mantan Bendahara Disdik Makassar. Mereka dihadirkan untuk mengungkap kebenaran yang terjadi waktu itu.



Namun, dalam persidangan baik terdakwa maupun saksi memberikan keterangan yang berbeda. Dimana Aryati membantah menerima uang senilai Rp100 juta yang sebelumnya dituduhkan kepadanya.

Meski begitu, dia membenarkan bahwa saat itu salah satu terdakwa yakni Abdul Naim selaku Direktur CV Fitria, bersama Iwan dan terdakwa Muhammad Nasir Kepala Sub Bagian Disdik Makassar selaku PPTK datang keruangannya dan membawa amplop coklat berisi uang.

"Saya tidak bersedia (tidak menerima uang) karena Fuad menolak jadi saya juga menolak," singkat Aryati di ruang sidang, Selasa, (26/03/2019).

Sebelumnya, Aryati memerintahkan kepada Iwan untuk memanggil Fuad selaku bendahara. Tujuannya, untuk menitipkan uang yang dibawa terdakwa Naim. Namun karena Fuad tidak bersedia maka Aryati juga tidak berani menyimpan uang tersebut.

Sementara itu, Jaksa Ahmad Yani mengatakan, bahwa baik terdakwa maupun saksi punya hak masing-masing dalam memberikan keterangan. Bedanya, keterangan saksi harus jujur mengingat ia berada dibawa sumpah.

"Seperti yang dibilang majelis hakim masing-masing pihak yang berbeda keterangannya itu punya hak membantah ataupun membenarkan. Tapi, khusus untuk saksi mereka memberikan keterangan dibawah sumpah, dan hakim yang akan mempertimbangkan itu," ungkapnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads