alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

LKBHMI Tuntut Hakim Berikan Putusan Adil untuk Jemis Kontaria

Vivi Riski Indriani
LKBHMI Tuntut Hakim Berikan Putusan Adil untuk Jemis Kontaria
LKBHMI Cabang Makassar menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar agar bersikap adil dalam memberikan putusan terhadap terdakwa tambang ilegal. Foto: SINDOnews/Vivi Riski Indriani

MAKASSAR - Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Makassar menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar agar bersikap adil dalam memberikan putusan terhadap Jemis Kontaria.

Tuntutan mereka disampaikan saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Kamis (28/3/2019).

Mereka mengaku kecewa karena Jemis Kontaria, terdakwa kasus tambang ilegal atau ilegal minning hanya dituntut dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun.



Padahal kejahatan yang dilakukan terdakwa tergolong dalam kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan sangat merugikan negara dari sektor pajak dan dapat berulang terjadi.

"Kita meminta majelis hakim agar memutus perkara terdakwa dengan seadil-adilnya dengan pertimbangan perbuatan tersebut berdampak buruk bagi lingkungan masyatakat disekitar tambang," kata Ketua LKBHMI Cabang Makassar, Juhardi.

Alasan lainnya, lanjut Juhardi, terdakwa melakukan perbuatannya sudah sejak puluhan tahun sehingga berdampak pada kebocoran keuangan negara dalam sektor penerimaan pajak yang jumlahnya tidak sedikit.

Bahkan, massa juga menduga keras adanya sikap kompromi antara JPU dan terdakwa sehingga persidangan yang digelar cenderung ditutup-tutupi. Termasuk tuntutan ringan yang diberikan jaksa dinilai sangat bertolak belakang dengan dampak atas perbuatan terdakwa.

"Tuntutan ringan JPU yakni 1 tahun jelas tidak rasional dan sama sekali tidak mempertimbangkan dampak yang telah ditimbulkan dati kejahatan yang dilakoni terdakwa," ungkapnya.

Diketahui, jadwal putusan atas terdakwa Jemis Kontaria dan Darwis dalam kasus ini rencananya akan dibacakan majelis hakim hari ini. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan digelarnya sidang untuk kasus tersebut.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook