alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Miliki Bahan Peledak, 5 Nelayan Diciduk di Perairan Pangkep

Mustafa Layong
Miliki Bahan Peledak, 5 Nelayan Diciduk di Perairan Pangkep
Personel Penegakan Hukum (Gakkum) Polisi Air (Polair) Polda Sulsel memperlihatkan bahan peledak yang dimiliki nelayan yang ditangkap di perairan Pangkep. Foto : Mustafa Layong/SINDOnews

MAKASSAR - Personel Penegakan Hukum (Gakkum) Polisi Air (Polair) Polda Sulsel bersama tim Mabes Polri gencar melakukan operasi di perairan Kabupaten Pangkajenne Kepulauan. Hasilnya lima nelayan dibekuk bersama bahan peledak di kapal.

Pengungkapan itu berlangsung beberapa jam saat tim melakukan penyisiran di perairan, Senin (11/12/2017) siang. Dua kapal tradisonal jenis jolloro dan perahu gabus diamankan bersama bahan peledak dan lima nelayan.

Direktur Polair Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Mustari membenarkan pengungkapan itu. "Iya benar tim kami bersama BKO Mabes Polri berhasil mengamankan kapal nelayan yang diduga menggunakan bahan peledak, berdaya ledak tinggi untuk menangkap ikan," jelas Purwoko saat ditemui Selasa, (12/12/2017).



Lebih rinci Mustari menjelaskan pengungkapan itu dilakukan tim lokasi berbeda. Sekitar pukul 12.00 Wita, tim pertama bergerak ke perairan, timur Pulau Saranti, Kabupaten Pangkep. Hasilnya setelah berlayar 2 mil laut, polisi air berhasil menemukan kapal mencurigakan berserta nakhoda kapal, inisial HAK, 38.

Setengah jam berselang, tim lain yang mengarah utara Pulau Saranti berhasil menemukan sebuah kapal gabus bermuatan bahan peledak. "Tim kami juga berhasil menangkap RH, 24, yang menggunakan kapal gabus dengan bahan peledak sekitar dua mil laut dari Pulau Saranti, Pangkep," jelas Mustari.

Bukan hanya tim Polair Polda Sulsel, KMN dari BKO Mabes Polri juga berhasil mengamankan satu kapal nelayan yang ditumpangi tiga orang sekitar pukul 15. 00 Wita. Di atas jolloro yang dinakhodai HB, 42, itu juga ditemukan kompresor beserta selang dan bahan peledak amonium nitrate serta detonator.

"Kapal milik Mabes juga mengamankan nelayan di perairan Pulau Gaddongbali, Pangkep. Dua orang diperiksa sebagai saksi, sementara juragannya inisial HB sudah ditetapkan sebagai tersangka," jelas Mustari lagi.

Tiga belayan bersama barang bukti bahan peledak saat ini masih diamankan di Markas Polair Polda Sulsel. Penyidik menjerat ketiga tersangka dengan UU Perikanan lantaran penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Rencananya siang ini aparat melakukan rilis hasil pengungkapan dan perkembangan penyidikan terkait kasus itu.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook