alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diringkus Polisi, Residivis Begal Dihadiahi Timah Panas

Faisal Mustafa
Diringkus Polisi, Residivis Begal Dihadiahi Timah Panas
Residivis Begal berhasil diringkus, setelah membegal korbannya di Jalan Urip Sumuharjo. Foto: Isitimewa

MAKASSAR - Jajaran Kepolisian Sektor Panakukang dibantu timsus Polda Sulsel menangkap Qafly Darmawangsah (18) di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Sabtu (30/3), sekira pukul 00.30 WITA, lantaran kembali terlibat kasus pencurian dengan kekerasan.

Begal yang kerap keluar masuk bui ini kembali diringkus, bahkan harus dihadiahi timah panas lantaran berusaha kabur dari kejaran Polisi.

Kapolsek Pannakukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan aksi pelaku terungkap setelah korban, Riskawati Ilyas melaporkan kejadian itu ke polisi pada Jumat 22 Maret 2019.



Panit 2 Reskrim Polsek Panakkukang Ipda Roberth Haryanto Siga mengatakan saat melakukan pengembangan penunjukan TKP dan pencarian barang bukti di TKP lainnya pelaku mencoba melarikan diri.

"Anggota terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan cara melumpuhkannya dengan timah panas dan mengenai kaki bagian betis sebelah kanan satu kali dan betis sebelah kiri satu kali," terangnya.

Qifly kembali diringkus setelah membegal Riskawati menggunakan parang yang membuatnya harus terjatuh dari motor, setelah pelaku dan rekannya berinisial X di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, pada awal Maret 2019.

Penjahat kambuhan ini, tertangkap setelah aparat kepolisian mendapat informasi dari informan bahwa pelaku berada di rumahnya Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

"Anggota bergerak cepat ke rumahnya dan berhasil mengamankannya serta dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti handphone milk korban," kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, Minggu (31/3/2019).

Ananda menerangkan, saat ini rekan pelaku X yang juga ikut terlibat masih menjadi incaran polisi. "Anggota melakukan pengembangan tetapi X tidak berada di rumahnya," terangnya.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Dia beraksi bersama X dengan memiliki peran masing-masing, dan berhasil mengambil tas milik korbannya yang berisi dua buah handphone jenis Oppo, satu unit laptop, dan uang senilai Rp3 juta.

"QD ini berperan sebagai joki motor dan X mengancam korban dengan sebilah parang," kata dia.

"Barang bukti milik korban lainnya yang belum ditemukan diduga dalam penguasaan rekan pelaku X," tambahnya.

Selain itu, pelaku juga pernah beraksi di wilayah hukum Kepolisian Sektor Tamalanrea tepatnya di depan Mall M'tos, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Februari 2019 lalu. "Berhasil mengambil surat-surat penting korbannya," imbuhnya.

Ananda menjelaskan Qalfy merupakan residivis kasus yang sama, dia melakukan kejahatannya dengan sadis. Dimana kata dia, pelaku tak segan-segan melukai korbannya apabila mencoba mempertahankan barang berharga miliknya.

"Telah menjalani vonis pengadilan 4 tahun penjara dikarenakan korbannya meninggal dunia di Wilkum polsek Biringkanaya pada tahun 2014," jelasnya.

"Baru menghirup udara bebas kurang lebih 3 bulan terakhir," sambungnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook