TOPIK TERPOPULER

Tropik Agriteknologi Luncurkan Platform Digital untuk Bantu Petani Indonesia

Tim SINDOnews
Tropik Agriteknologi Luncurkan Platform Digital untuk Bantu Petani Indonesia
Perusahaan start-up asal Sulawesi Selatan, PT Tropik Agriteknologi Indonesia meluncurkan sebuah platform digital yang diberi nama Tropic. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Perusahaan start-up asal Sulawesi Selatan (Sulsel), PT Tropik Agriteknologi Indonesia meluncurkan sebuah platform digital yang diberi nama Tropic. Platform ini menawarkan tiga layanan utama yaitu tropic bina tani, tropic dana syariah dan tropic market.

Layanan tropic bina tani diterapkan dengan menjembatani penerapan inovasi teknologi yang selama ini belum mampu diakses oleh petani. Baik karena keterbatasan informasi ataupun harga teknologi yang belum terjangkau petani.



Baca juga: Sektor Pangan Butuh Cara Inovatif, Koperasi Petani Bisa Jadi Jembatan

Selain itu, melalui fitur layanan ini Tropic berupaya meningkatkan kualitas SDM petani dengan memberikan edukasi dan pengelolaan manajemen usaha petanikarena salah satu masalah di tingkat petani adalah literasi keuangan yang rendah. Petani belum bisa menghitung biaya produksi, biaya sehari-hari dan laba usaha.

Tropic menggandeng beberapa start-up pengembang teknologi internet of things (IoT) di bidang budi daya unggas, pengontrolan tambak udang dan manajemen budi daya hortikultura untuk bisa diterapkan langsung di lahan pertanian, tambak dan kandang unggas mitra. Selain itu, Tropic juga berupaya menjembatani penerapan hasil-hasil penelitian dari lembaga riset dan perguruan tinggi agar tepat sasaran memecahkan problem spesifik para mitra petani.

“Melalui fitur layanan tropic dana syariah, platform tropic dapat menghubungkan antara investor dengan petani yang selama ini sulit untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan baik karena keterbatasan akses informasi ataupun terkendala syarat agunan/jaminan,” ucap Manager Bidang Pertanian PT Tropik, Samsinar dalam siaran persnya kepada SINDOnews, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Kadin Dorong Petani Jadi Konglomerat, Ini Caranya



Dengan skema peer to peer lending kata Samsinar, petani yang membutuhkan pembiayaan untuk kebutuhan pengembangan usaha bisa meliris usahanya di platform tropic. Tropic menerapkan prinsip syariah dengan sistem bagi hasil yang adil. Sehingga petani terbantu dan investor juga mendapatkan bagi hasil jauh lebih menarik daripada mendepositokan uangnya di bank.

Untuk para investor, sambung Samsinar platform tropic memberikan jaminan keamanan investasi dan penawaran yang menarik dengan memberikan bagi hasil yang bagus, serta jangka waktu return yang pendek berdasarkan jangka panen komoditas pertanian, peternakan dan perikanan. Terlebih lagi dengan performa sektor pertanian dan perikanan yang terus meningkat, bahkan dalam kondisi pandemi sekalipun tetap tumbuh positif sementara sektor lain seperti pariwisata minus 5-7%.

Samsinar lebih jauh menjelaskan, layanan platform tropic juga memiliki fitur tropic market. Melalui fitur ini tropic menjamin hasil produksi petani mitra terserap 100% di pasaran dengan harga yang baik. Dengan pengalaman selama 9 tahun lebih dan jejaring market hasil komoditi pertanian baik di dalam maupun luar negeri, para Founder Tropic optimis melalui fitur ini akan sangat membantu petani, petambak dan peternak dalam pemasaran hasil produksi.

Platform tropic sudah melewati tahap validasi custumers lewat inkubasi Dilo, salah satu inkubator start-up besutan PT Telkom Indonesia. Tropic juga telah berhasil melakukan uji coba layanan pada berbagai produk hortikultura, salah satunya budi daya golden melon di Kabupaten Barru, Sulsel. Saat ini tropic sedang melakukan pengembangan di budi daya unggas dan tambak udang.

Baca juga: Pertanian Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, PB PMII Apresiasi Mentan SYL

Dengan latar belakang para Founder yang beragam dan perpengalaman di bidang masing-masing membuat platform ini unik. Di posisi CFO (Chef Financial Officer) memiliki pengalaman 25 tahun lebih di bidang financial, retail manajemen dan konsulting. Untuk posisi CEO (Chef Excecutive Officer) memiliki pengalaman di bidang agribisnis dan pembinaan petani selama 9 tahun lebih. Sedangkan untuk posisi CTO (Chef Technologi Officer) memiliki pengalaman 3 tahun di bidang beckend developer dan pengengembangan aplikasi.

Oleh karena konsep dan skema kerja yang menarik, Tropic diharapkan mampu memecahkan problem petani terutama terkait pembinaan, SDM, penerapan inovasi teknologi, pembiayaan dan market hasil produksi.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!