alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

KPU-Bawaslu Tekan Potensi Mispersepsi di Hari Pencoblosan

Luqman Zainuddin
KPU-Bawaslu Tekan Potensi Mispersepsi di Hari Pencoblosan
Rapat Koordinasi (Rakor) Bawaslu Sulsel dan 24 kabupaten/kota untuk menyamakan persepsi dengan KPU saat hari pencoblosan di hotel Harper jalan Perintis, Kamis (4/4/2019) siang. Foto: SINDOnews/Luqman Zainuddin

MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU Se-Sulsel melakukan Rapat Koordinasi (Rakor), untuk menyamakan persepsi di hotel Harper jalan Perintis, Kamis (4/4/2019) siang.

"Jadi intinya rakor ini adalah penyamaan persepsi, jadi disini akan diinventarisir daftar isian masalah yang berpotensi melahirkan perbedaan persepsi pemahaman antara KPU dan Bawaslu," terang Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi di sela-sela Rakor.

Menurut Laode, dalam pelaksanaan regulasi, kerap kali muncul perbedaan antara KPU dan Bawaslu. Laode mencontohkan, soal penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) peserta Pemilu. Juga soal pandangan KPU dan Bawaslu soal mana surat suara yang sah dan mana yang tidak.



"Kita menghindari juga perbedaan pendapat soal sah tidaknya surat suara. Nanti didiskusikan. Hasil diskusi ini nanti ditindaklanjuti secara berjenjang sampai TPS, sehingga tidak terjadi perbedaan," sambung Laode.

Apalagi penyelenggara di level desa/kelurahan adalah petugas yang direkrut secara praktis. Hanya beberapa bulan sebelum pemilihan. Sehingga pengetahuan teknis kepemiluan dia nilai tidak akan mendalam. Khusunya, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas TPS (PTPS).

"Begini, penyelenggara di bawah instan, dibentuk untuk kepentingan 1 bulan. KPPS dan PTPS 1 bulan. Jadi, orang baru yang terektrut, ini harus diantisipasi. Mudah-mudahan ada orang lama," pungkas Laode.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook