alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawa Bom Ikan, Polisi Tangkap Nelayan di Perairan Bajoe

Faisal Mustafa
Bawa Bom Ikan, Polisi Tangkap Nelayan di Perairan Bajoe
Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin didampingi Direktur Direktorat Polairud dan Kabid Humas Polda saat merilis penangkapan nelayan yang membawa bom ikan, Kamis, (04/04/2019). Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Sulawesi Selatan, mengamankan seorang nelayan bernama Rida (21), bersama puluhan jeriken dan botol amonium nitrat yang merupakan bahan bom ikan di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone.

Dirpolairud Polda Sulsel, Kombes Pol Purwoko Yudianto mengatakan tersangka beserta barang bukti 3 jeriken ukuran 5 liter, 7 jeriken ukuran 2 liter, 18 jeriken ukuran 2 liter, 18 jeriken ukuran 1 liter, 34 botol bir bekas dan 2 botol plastik berisi TNT. Ia diringkus oada Minggu (31/3/2019) lalu, saat polisi berpatroli di kawasan perairan tersebut.

"Setelah mendapat informasi, langsung kami tindaklanjuti, kemudian kami mencurigai satu kapal jenis jolloro dengan barang bawaan yang mencurigakan, setelah kita periksa ternyata kami dapati bom ikan ini," kata Kombes Pol Purwoko saat rilis di Mako Polairud Jalan Ujung Pandang, Makassar, Kamis (4/4/2019).



Dilanjutkan Purwoko barang bukti tersebut diduga siap diedarkan untuk nelayan-nalayan lainnya.

"Jika dilihat barang bukti seperti ini ini, kapal tersebut siap untuk mengedarkan ke kapal lain," tambahnya.

Selain bahan peledak, polisi juga menyita beberapa barang bukti lainnya, yaitu 1 mesin kompressor, 2 pasang sepatu selam, 1 alat GPS, 3 regulator, 1 rol selang dan 3 kacamata selam.

Atas perbuatan tersangka, kata Purwoko, Rida akan dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 85 Undang-undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

“Tersangka diancam hukuman 20 tahun penjara dengan Undang-undang Darurat, sedangkan Undang-undang Perikanan diancam 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin mengatakan, penggunaan bom ikan akan merusak ekosistem laut, terlebih ada beberapa terumbu karang yang lama proses pertumbuhannya.

"Ada satu terumbu karang yang lima tahun dia tumbuh hanya 1 centimeter. Bayangkan 500 meter persegi untuk satu jerigen itu saja, berapa banyak terumbu karang yang rusak," kata Hamidin.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook