alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pelaku Usaha Kerajinan di Indonesia Kurang Pahami Konsumen Jepang

Rina Anggraeni
Pelaku Usaha Kerajinan di Indonesia Kurang Pahami Konsumen Jepang
INDONESIA-JEPANG. Kurangnya pemahaman pelaku usaha terhadap tren dan preferensi konsumen Jepang, membuat pelaku usaha kerajinan Indonesia mengalami kesulitan dalam menembus pasar Jepang. Foto: SINDOnews

JAKARTA - Kurangnya pemahaman pelaku usaha terhadap tren dan preferensi konsumen Jepang, membuat pelaku usaha kerajinan Indonesia mengalami kesulitan dalam menembus pasar Jepang.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Marolop Nainggolan menyatakan hal itu di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Kata dia, jika dibandingkan negara lainnya, Indonesia memiliki keunggulan tersendiri, dengan berlimpahnya bahan baku alami, harga produk kerajinan yang cukup bersaing di pasar internasional, desain produk yang kreatif dan bernilai seni tinggi.



Apalagi, konsumen Jepang memandang suatu produk memiliki konsep "pleasurable, memorable, and meaningful".

Menurutnya, Jepang mempunyai kriteria khusus yang harus diperhatikan produsen kerajinan Indonesia. Kriteria tersebut antara lain desain yang minimalis, warna yang natural, sederhana, berukuran tidak terlalu besar, bertekstur halus, tidak ada tambahan bahan kimia dan tidak berbau tajam, serta memprioritaskan kualitas.

Olehnya itu, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bekerjasama dengan Japan External Trade Organization (Jetro), Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (ASEPHI), serta Forum Meubel, Kerajinan dan Seni (Formekers) Yogyakarta menyelenggarakan seminar sehari dengan tema "Penetrasi Produk Kerajinan Indonesia ke Pasar Jepang" di Yogyakarta.

"Seminar ini merupakan salah satu upaya meningkatkan ekspor produk kerajinan Indonesia ke pasar Jepang. Dalam seminar ini, pelaku usaha mendapatkan informasi mengenai selera konsumen Jepang dan kiat-kiat berbisnis dengan importir Jepang," ungkap Marolop Nainggolan di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Dia menambahkan, kurangnya konsistensi terhadap kualitas dan proses produksi yang masih manual menjadi kendala sektor kerajinan Indonesia dalam memenuhi standar pasar Jepang.

Namun demikian, pasar Jepang masih menjadi andalan bagi sektor kerajinan Indonesia. Indonesia saat ini menjadi pemasok terbesar ketujuh untuk produk kerajinan ke Jepang dengan nilai USD49,07 juta di tahun 2018.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook