alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Meretas Lara Menggapai Asa Bahagia di Huntara Vale

Suwarny Dammar
Meretas Lara Menggapai Asa Bahagia di Huntara Vale
Korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi, Donggala, Sulteng saat ini menetap sementara di Huntara milik PT Vale Indonesia Tbk bersama HIPSO, Petra Energy, PT Trakindo Utama, PT Coates Hire, dan PT Truba. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

PALU - Ombak berwarna hitam setinggi 3 meter muncul dari arah belakang rumah panggung menggulung apa saja yang ada disekitar. Tsunami teriak warga panik menyelamatkan diri. Seketika berlarian berhamburan. Hanya pakaian di badan dan sebagian sanak keluarga mampu diselamatkan.

Medio September 2018, nestapa itu hadir menyelimuti masyarakat bermukim di Palu, Sulteng, seperti di Sigi, Donggala dan Mamboro.
Luluh lantak, rumah yang dulunya berdiri kokoh lenyap bersama tsunami. Sejumlah rencana besar di masa depan pupus sudah, uluran tangan menjadi obat pelipur lara.

Kisah inilah yang disampaikan, Nursiah, 47 tahun, Warga Mamboro Perikanan, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara.



Tak ada gairah hidup, rumah satu-satunya menjadi tempatnya berlindung hilang terbawa tsunami. Atas musibah itu, Nursiah bersama tiga orang anaknya terpaksa harus merasakan hidup di tenda pengungsian hampir lima bulan lamanya dengan memanfaatkan fasilitas seadanya.

Namun itu dulu, kini Istri dari Jamardin ini mulai menata hidup dan merencanakan masa depannya sejak memasuki Hunian Sementara (Huntara) milik PT Vale Indonesia Tbk bersama Himpunan Pengusaha Sorowako (HIPSO), Petra Energy, PT Trakindo Utama, PT Coates Hire, dan PT Truba.

Nursiah sumringah saat dihubungi KORAN SINDO Makassar, Rabu (17/04/2019). Menurutnya, sejak Februari menghuni Huntara Vale di nomor 22 hidupnya berubah. Sedikit demi sedikit mulai menata hidup bersama keluarga, dan tiga anaknya yang masih mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Kami sangat bersyukur bisa menghuni Huntara Vale. Dari sinilah kami mulai merencanakan melanjutkan hidup. Dari mulai menata kebutuhan rumah hingga merencanakan pendidikan anak dan mencari nafkah untuk keluarga. Dulu, waktu di pengungsian tidak ada bisa dilakukan selain menunggu uluran tangan,” ujarnya dengan dialek Palu khas.

Perempuan asal Kabupaten Sengkang ini mengaku, dahulu sebelum tsunami melanda Palu, dirinya memiliki rumah panggung dekat dari laut, dan memiliki usaha pengeringan ikan dan bisnis tali temali rumput laut.

Setelah kejadian itu, suaminya Jamardin banting stir menjadi tukang ojek sambil menabung untuk kembali membangun rumahnya.

"Tinggal di Huntara tidak selamanya, kami diberi waktu dua tahun saja. Makanya, sedari sekarang buat perencanaan," akunya.

Nursiah pun mengaku beruntung bisa menjadi salah satu penghuni Huntara Vale. Betapa tidak, segala fasilitas kebutuhannya lengkap dan sangat memuaskan. Dari mulai listrik, air bersih hingga kebutuhan kesehatan semua lengkap,” ujarnya.

Tak hanya Nursiah yang menjadi penghuni Huntara Vale. Sade (46) misalnya yang menguni Huntara nomor 1 bersama suami dan 5 anaknya.

Istri dari Baharuddin ini mengungkapkan kesyukurannya bisa menghuni Huntara tersebut.

“Alhamdulillah fasilitasnya bagus, meski harus beramai-ramai didalam ruangan seluas 312 meter persegi dan memanfaatkan lemari untuk sekat-sekat tapi kami bahagia. Fasilitas lengkap, dari air bersih, listrik, dapur umum hingga kebutuhan MCK,” tuturnya.

Memiliki 5 orang anak yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi membuat Sade kian bersemangat meneruskan hidup di Huntara Vale.

Membantu mengepulkan asap dapurnya, Sade berdagang Pop Ice di depan teras Huntara Vale saban hari dari pagi hingga malam. Suaminya juga memilih berjualan seperti menjual duren dan lainnya.

"Sekarang lagi kumpul uang untuk membangun kembali tempat tinggal," paparnya.

Tak seperti kebanyakan Huntara lainnya, Huntara milik PT Vale Indonesia Tbk terbilang bagus.

Menurut Ketua RT 1, RW 5, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Saiful Sunuh, Huntara yang diperuntukkan 24 Kepala Keluarga (KK).

"Masyarakat sangat bersyukur sekali, karena bisa dapatkan tempat bisa berlindung. Mereka senang sekali karena PT Vale sudah berbuat banyak sekali untuk mereka dibandingkan Huntara lainnya ini lebih baik dan sangat lengkap,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, untuk Donggala, Sigi dan Kota Palu, Huntara ini  paling bagus materialnya dan ukuran sama dan standar dan bahannya.

Fasilitas memuaskan semua, bahkan lampunya-lampu tenaga surya dilengkapi pula Puskesmas.

"Saya belum pernah lihat Huntara seperti ini bagusnya, bahkan airnya dibuatkan semua sumur celup atau sumur suntik dan laik konsumsi. Bahkan, ada kelebihan barang-barang dari petugas yang membangun Huntara juga dititipkan untuk warga Huntara," sebut Saiful.

Atas segala perhatian, Syaiful Sunuh menyampaikan rasa terima kasih masyarakat kepada PT Vale dan mitranya telah memberikan fasilitas Huntara yang berkelas.

PT Vale Serahkan Huntara-Puskesmas di Tanah Kaili

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melakukan serah terima bantuan puskesmas dan dua unit hunian sementara (huntara) kepada Pemerintah Kota Palu di Kantor Kecamatan Palu Utara pada Kamis (28/02/2019) lalu.

Puskesmas dan huntara tersebut dihuni warga Kelurahan Mamboro, Palu Utara yang merupakan korban gempa dan tsunami yang terjadi di bulan September 2018 lalu.

Penyerahan fasilitas dilakukan langsung Presiden Direktur & CEO PT Vale Nico Kanter dan Deputy CEO Febriany Eddy, diterima Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo.

Acara ini dihadiri pula oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, muspida Kota Palu dan Sulawesi Tengah, Dinas Energi & Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Palu dan manajemen PT Vale.

Dua unit Huntara ini dihuni oleh sebanyak 24 kepala keluarga. Tingkat hunian tersebut disesuaikan dengan spesifikasi bangunan tiap unit huntara seluas bangunan 312 meter persegi, terdiri dari 12 kamar yang terbuat dari kombinasi kayu, baja ringan dan kalsiboard. Masing-masing unit huntara juga dilengkapi dengan empat kamar mandi, empat toilet, tempat cuci, dapur sumber air bersih, unit penampungan air bersih, penerangan bertenaga surya dan tempat sampah.

"Semoga kontribusi Vale ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu. Harapan saya, Palu dapat kembali bangkit dan menjadi kota yang lebih baik dan maju lagi ke depan. Tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada para seluruh pihak yang mendukung perusahaan dalam melakukan kerja kemanusiaan ini," ujar Nico Kanter.

Pembangunan fasilitas ini dilakukan PT Vale bersama rekanannya yaitu Himpunan Pengusaha Sorowako (HIPSO), PT Petra Energy, PT Trakindo Utama, PT Truba Engineering dan PT Coates Hire Indonesia dengan biaya sebesar Rp3,36 miliar.

"Tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada para seluruh pihak yang mendukung perusahaan dalam melakukan kerja kemanusiaan ini,” lanjutnya.

PT Vale terlibat dalam pembangunan huntara dan fasilitas umum tersebut sejak pertengahan November 2018, sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah memulihkan Palu pascagempa dan tsunami.

Deputy CEO Vale Indonesia Febriany Eddy menuturkan, bantuan yang diberikan sebagai komitmen berkelanjutan yang diberikan perseroan. Sejumlah bantuan juga telah disalurkan terutama pada saat masa tanggap bencana. Termasuk, PT Vale berpartisipasi dalam menyalurkan bantuan menggunakan pesawat perusahaan tujuannya agar masyarakat segera mendapatkan kebutuhan mereka.

“Kami memberikan bantuan yang sifatnya kebutuhan dasar dan berkelanjutan, seperti kebutuhan air bersih yang memang sangat mendesak,” tuturnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola pada sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Vale yang telah membantu meringankan beban masyarakat Palu.

“Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat sekali bagi Palu. Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Vale yang begitu peduli dengan masyarakat korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah pada umumnya dan Palu pada khususnya,” ujar Longki Djanggola.

Dalam program pemulihan Palu, pemerintah melalui Kementerian PUPR menargetkan membangun 1.200 unit huntara untuk tempat tinggal warga dan fasilitas umum lainnya dengan melibatkan pihak swasta. Diperkirakan ada sebanyak 44.000 warga Palu yang akan menempati huntara tersebut.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads