alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kalah di Sulsel, TKD Jokowi : Tim Sudah Maksimal Bekerja

Luqman Zainuddin
Kalah di Sulsel, TKD Jokowi : Tim Sudah Maksimal Bekerja
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi - Maruf Sulsel, Syamsul Bachri. Foto : SINDOnews/Luqman Zainuddin

MAKASSAR - Pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengalami kekalahan di wilayah Sulsel dari pesaingnya Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno.

Kekalahan Jokowi-Ma'ruf itu terpantau dari hasil 3 lembaga survei yang melakukan quick count di Sulsel hingga pada pukul 21.18 waktu setempat. Saiful Mujani Research Centre (SMRC) Jokowi - Ma'ruf 41.69%, Prabowo - Sandi 58.31 persen (total suara masuk 96.35%).

Indikator Politik Indonesia, Jokowi - Ma'ruf 43.74%, lalu Prabowo - Sandi 56.26% (total suara masuk 89.08%). Charta Politica, Jokowi - Ma'ruf 38.35%, kemudian Prabowo - Sandi 61.65% (total suara masuk 95.31%).



Meski belum menjadi hasil resmi dari penetapan KPU, kubu Jokowi-Ma'ruf Sulsel sudah mengakui kondisi tersebut. Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi - Ma'ruf Sulsel, Syamsul Bachri mengaku tak bisa memberikan pembelaan apa-apa terkait kondisi tersebut.

"Tentu itulah hasil yang maksimal diperoleh oleh kita di Sulsel. Saya sebagai ketua TKD, prihatin dan yah kita mau bilang apa, itulah hasil akhir yang ditunjukkan survei (quick count). Saya tidak tahu apakah hasil itu akan bergeser dari (penetapan) KPU. Saya kira sebagai ketua TKD bertanggung jawablah," ucap Syamsul saat dikonfirmasi SINDOnews.

Syamsul menegaskan, jika TKD KIK sudah maksimal bekerja untuk memenangkan Jokowi - Ma'ruf di Sulsel. Infrastruktur tim, kata dia sudah bekerja. Termasuk tokoh-tokoh Sulsel yang punya kekuasaan di suatu daerah sebagai kepala daerah, juga sudah maksimal melakukan langkah pemenangan.

"Itulah, makanya semuanya sudah turun tangan, tapi hasilnya tetap begitu. Saya sebagai TKD, bisa dikatakan panglima tidak terlalu berhasil, dan saya terima. Kami tidak akan melimpahkan kesalahan kepada siapapun," katanya.

Lalu apa yang membuat Jokowi - Ma'ruf kalah? Syamsul berkilah, bukan karena calon petahana itu tidak disukai lagi oleh masyarakat. Namun, hasil kinerja positif Jokowi bersama Jusuf Kalla, dianggap Syamsul tersendat gara-gara hoaks yang sejak awal menjadi musuhnya.

"Yah memang berat, dari awal kami nyatakan bahwa musuh terberat kami adalah hoaks. Prestasi yang sudah ditorehkan oleh pak Jokowi dan pak JK selama ini di Sulsel, ternyata tidak berpengaruh apa-apa dibandingkan dengan hoaks yang berkembang di masyarakat. Saya kira ini tentu kita evaluasi," pungkas politikus partai Golkar itu.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook