alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Abaikan Imbauan, Serangan Baru di Tripoli Libya Kembali Terjadi

Agus Nyomba
Abaikan Imbauan, Serangan Baru di Tripoli Libya Kembali Terjadi
Serangan baru kembali di Ibukota Libya Tripoli, meski sudah ada imbauan untuk menghindari serangan di sana. Foto: Istimewa

TRIPOLI - Bentrokan besar meletus di distrik selatan ibukota Libya, Tripoli, pada Sabtu, (20/04/2019), kembali terjadi ketika pasukan yang setia kepada pemerintah negara yang diakui PBB melancarkan serangan balasan untuk mengusir pejuang yang bersekutu untuk membangkang Jenderal Khalifa Haftar.

Warga kota mengatakan, mereka dapat mendengar tembakan roket dan artileri berkelanjutan di beberapa distrik Tripoli setelah beberapa hari mengalami kebuntuan di tanah.

Tentara Nasional Libya Haftar, yang bersekutu dengan pemerintahan saingan di timur negara itu, melancarkan serangan untuk merebut Tripoli lebih dari dua minggu lalu, tetapi telah dihentikan di pinggiran selatan kota dengan pasukan yang bersekutu dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).



Penembakan itu lebih keras dan lebih sering terjadi pada hari Sabtu daripada hari-hari sebelumnya, kata penduduk, dan terdengar di distrik-distrik pusat yang berjarak lebih dari 10 km dari garis depan.

Kedua belah pihak mengklaim kemajuan di Tripoli selatan, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut segera tersedia.

Mustafa al-Mejii, juru bicara operasi militer GNA, mengatakan pasukannya telah meluncurkan fase serangan baru.

"Perintah diberikan pagi ini untuk menaikkan pijakan," katanya kepada kantor berita AFP yang dikutip di Al Jazeera.

Kolonel Mohamad Gnounou, juru bicara lain, mengatakan, pasukan sekutu Tripoli melakukan tujuh serangan udara terhadap posisi militer yang dipegang oleh LNA Haftar. Mereka termasuk daerah selatan kota Gharyan, 100 km barat daya ibukota, dan pangkalan udara di Al-Watiya, 50 km lebih jauh barat daya.

Ahmed al-Mesmari, juru bicara pasukan Haftar, mengatakan, pasukan sekutu Tripoli menyerang pangkalan udara tiga kali pada hari Sabtu.

Berbicara kepada wartawan di Benghazi, Mesmari membenarkan serangan terhadap Gharyan, mengatakan warga sipil telah menjadi sasaran.

"Angkatan udara kami memberikan dukungan tembakan kepada pasukan di darat," katanya.

"Musuh berusaha untuk mengapit pasukan kami dari belakang, tetapi mereka gagal menghadapi kekuatan pejuang kami dan pengalaman kami. Pejuang Ini menjadi perang gesekan," ungkapnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook