alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mantan Ketua MK Harap Penyelesaian Kisruh Pemilu Bukan di Jalanan

Sindonews
Mantan Ketua MK Harap Penyelesaian Kisruh Pemilu Bukan di Jalanan
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie angkat bicara terkait kisruh Pemilu 2019. Foto: Dok/SINDOnews

JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie berharap penyelesaian kisruh Pemilu 2019 tidak dilakukan di jalanan, melainkan pada tempatnya.

Menurutnya, pihaknya yang tidak menerima hasil penghitungan suara resmi KPU bisa menyelesaikannya ke tingkat Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk itu, Jimly pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak menggunakan cara-cara di luar konstitusi dalam menyelesaikan perselisihan pemilu kali ini.



"Kita sudah mengubah dan memperkenalkan sistem kelembagaan demokrasi yang sangat kuat dan dipraktikkan selama 15 tahun Reformasi ini yang harus kita efektifkan. Jangan lagi ada yang membayangkan solusi di jalanan. Solusi satu-satunya harus melalui mekanisme kelembagaan di Mahkamah Konstitusi (MK)," pungkasnya kepada SINDOnews, Sabtu (20/4/2019).

"Kita imbau siapa saja, yang tidak percaya kepada keputusan final KPU, kalau ada bukti-bukti yang yang dapat dijadikan bahan untuk mempersoalkan putusan KPU mengenai siapa yang menang dan kalah, bawa ke MK," sambung Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini.

Disamping itu, dia pun menegaskan jika penyelenggaran Pemilu 2019 kali ini perlu dievaluasi. (Baca juga: Eks Komisioner KPK Nilai Pemilu 2019 Terburuk Sejak Era Reformasi)

"Kita harus adakan evaluasi menyeluruh sesudah Pemilu 2019 persiapan penyelenggaraan jalannya pemilu," tuturnya.

Karena masa pencoblosan telah dilalui, kata dia, saat ini tinggal para tim sukses bisa menghimpun data kecurangan dan lain sebagainya.

"Tapi sekarang sudah kadung sekarang pemungutan suara sudah selesai, tinggal bagaimana perselisihan hal-hal yang berbeda pendapat mengenai hasil pemilihan umum termasuk mengenai fakta-fakta di lapangan yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perolehan suara itu bisa dihimpun," tutur mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ini.

Untuk diketahui pada Pemilu 2019 kali, kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden mengklaim kemenangan di Pilpres kali ini. Kubu Jokowi-Ma'ruf menyatakan kemenangan melalui hasil quick count sejumlah lembaga survei resmi. (Baca juga: TKN Desak KPU agar Secepatnya Upload Data C1 ke Publik)

Sementara kubu Prabowo-Sandi juga mengklaim kemenangan 60% atas hasil penghitungan internal. Dan bahkan telah menggelar dekralasi kemenangan beberapa kali. (Baca juga: Dua Kubu Klaim Kemenangan, KPU Imbau Tunggu Hasil Akhir)



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook