alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PDIP Duga Ada Penggembungan Suara, Demokrat Yakin Kecurangan Turun

Luqman Zainuddin
PDIP Duga Ada Penggembungan Suara, Demokrat Yakin Kecurangan Turun
ILUSTRASI. Berdasarkan temuan saksi tempat pemungutan suara (TPS), beberapa partai politik (parpol) menduga ada indikasi penggelembungan suara pada pileg lalu.

MAKASSAR - Berdasarkan temuan saksi tempat pemungutan suara (TPS), beberapa partai politik (parpol) menduga ada indikasi penggelembungan suara pada pemilihan legislatif (pileg) lalu.

Salah satu partai yang menduga ada penggelembungan suara adalah PDI Perjuangan. Berdasarkan temuan saksi mereka, jumlah perolehan suara yang ada pada form perolehan suara antara tiap calon legislatif (caleg) tidak sesuai dengan hasil penjumlahan total suara.

"Banyak hal yang sementara kami lagi (telusuri). Ini yang kami takut, ada terjadi penggelembungan. Dugaan itu ada, kita pegang C1-nya. Ini (memperlihatkan form hasil perhitungan) kan 40 jumlahnya. Harusnya hanya 30. Kami temukan di Jeneponto," ucap Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni di jalan H Bau, Minggu (21/4/2019) siang.



Rudy kemudian memperlihatkan visual dari form isian hasil perhitungan suara di TPS lain, di wilayah kelurahan Kassi-kassi, Makassar. Suara salah satu Caleg PDI Perjuangan, terjadi kesalahan penulisan. Yang seharusnya 13, hanya ditulis oleh KPPS 3.

"Ini suara Andi Iwan (Ridwan Wittiri). Dikurangi lagi, kita temukan. Ditulis 3 (suara) sebenarnya 13. 10 hilang. Di Kassi-kassi ini, Makassar, bagaimana di daerah lain?," sambung Rudy.

Kondisi seperti itulah yang dikhawatirkan Rudy terjadi di banyak TPS di Sulsel. Di mana, kesalahan-kesalahan seperti itu, justeru bagi dia, adalah faktor paling besar yang bisa membuat kursi partai menghilang.

Saat ini kata Rudy, pihaknya tengah menempuh proses yang diizinkan untuk menyanggah hasil perhitungan itu di rekapitulasi tingkat kecamatan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle pun tak menampik adanya kesalahan-kesalahan penjumlahan yang terjadi di tingkat TPS. Jika memang ada kesalahan yang dianggap benar oleh Demokrat, maka partai kata Selle, akan mengupayakan langkah protes saat rekap di tingkat kecamatan.

"Kalau yah mungkin biasalah, namanya manual pasti ada human error. Tapi, kan prosesnya terbuka, kalau ada kesalahan penulisan di PPS, saya kira saatnya sekarang di PPK," terang Selle, Minggu (21/4/2019).

Meski begitu, Selle meyakini jika saat ini kecurangan sudah sangat menurun.

"Tidak ada lagi yang mau main-main suara, berani mau mengutak-atik angka. Kalau berani, akan dihukum secara pidana dan dihukum masyarakat. Karena setiap suara adalah amanah," pungkas anggota DPRD Sulsel itu.

Sebelumnya, ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid menjamin, jika partainya akan menyiapkan langkah hukum andai Partainya dicurangi pada Pemilu 2019. Sedikitnya, ada 11 orang tim hukum yang disiapkan partai untuk persoalan yang dihadapi Caleg Golkar nantinya.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads