alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gerindra Sebut Peningkatan Politisi Nasdem Fantastis

Luqman Zainuddin
Gerindra Sebut Peningkatan Politisi Nasdem Fantastis
Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Idris Manggabarani (kiri), memrediksi partainya masuk tiga besar di Sulsel. Foto: SINDOnews/Dok

MAKASSAR - Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Idris Manggabarani, memrediksi partainya masuk tiga besar di Sulsel.

Idris mengakui, selain Gerindra masih ada dua partai politik (parpol) lain, yakni Partai Golkar dan Partai NasDem.

"Kita masih menjadi partai 3 besar di Sulsel, pendatang baru ada masuk Nasdem, paling Golkar, Gerindra, Nasdem. Yang lain kayaknya agak turun dikit tuh. Mungkin ada pengaruh Nasdem yang politisinya cukup fantastis naiknya," terang Idris kepada SINDOnews, Minggu (21/4/2019) malam.



Meyakini prediksinya, Idris percaya diri menyebut Gerindra akan menempatkan kadernya pada unsur pimpinan DPRD di sejumlah daerah. Dia juga yakin, potensi ketua DPRD sangat mungkin bertambah.

Dari data yang dihimpun KORAN SINDO di laman KPU RI, perolehan suara Gerindra sementara, masuk dalam 3 besar di 11 daerah berbeda. Di kabupaten Luwu Utara dan Sinjai, sampai saat ini Gerindra masih memimpin.

Sementara, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle menyebut, partainya di beberapa daerah masih bisa mempertahankan kursi pimpinan, seperti Sinjai dan Jeneponto. Sementara di daerah lain juga ada potensi untuk mendudukkan kader di kursi pimpinan DPRD.

"Ketua DPRD kami di Sinjai dan Jeneponto. Pinrang juga berpotensi, Bone bertambah kursinya kami, Wajo juga kami pertahankan kursi, kami pimpinan di sana kemarin," terang Selle lewat sambungan selulernya Minggu (21/4/2019) sore.

"Kami tetap diunsur pimpinan, kami bisa pertahankan, beberapa daerah juga yang sebelumnya belum dapat juga bisa, dan ada penambahan kursi pencapaian kami juga akan sangat maksimal dan memenuhi target DPP," sambung anggota DPRD Sulsel itu.

Selle optimistis, partainya bisa menambah perolehan kursi sesuai target yakni 15 persen. Untuk kepastian, Selle mengku akan tetap berpatok dengan rekapitulasi manual KPU yang sekarang memasuki tingkatan kecamatan.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni mengklaim jika trend partainya cukup baik pada pemilu kali ini. Di sisi lain, ia menyebut kalau pertarungan kali ini cukup berat. Kompetitor dari partai lain, memasang calon legislatif (caleg) yang mumpuni sebagai polgetter.

"Kalau melihat trend ini bagus ya. Dan memang kompetitor kita bagus-bagus," sebut Rudy saat ditemui di sekretariat Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Sulsel jalan H Bau, Minggu (21/4/2019) siang.

Sekalipun masih menunjukkan potensi partai mengisi unsur pimpinan, namun Rudy menyebut jika PDI Perjuangan sedikit banyak terkena imbas negatif Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI. Apalagi pemilih Sulsel sementara ini, tidak memihak ke calon PDI Perjuangan, Jokowi - Ma'ruf.

"Di beberapa daerah kena beberapa efek negatif pilpres, tapi ada juga efek positifnya," sambung anggota DPRD Sulsel ini.

Khusus potensi kursi pimpinan DPRD di daerah menurut dia, baru bisa dilihat gambarannya haru ini, pasca rekapitulasi di tingkat kecamatan. Sekalipun, ia tetap meyakini kadernya akan tetap ada di unsur pimpinan serta bisa menambah perolehan kursi.

"Kita masih berharap 11 kursi (di DPRD Sulsel) kalau kita lihat kemungkinan-kemungkinan kita lihat paling banyak 10. Kalau hasil rekap kami bagus lah, tapi kan memang ada pertai yang sangant besar. Potensi untuk pimpidan DPR di daerah harini ni baru kita bisa lihat," pungkas Rudy.

Saat ini, nyaris separuh dari kursi ketua DPRD 24 kabupaten/kota di Sulsel dikuasai Golkar. Ada 16 daerah yang dikuasai. Pada pemilu kali ini pun, elit partai berlambang Beringin itu yakin, tak akan ada perbedaan dari Pemilu 2014 yang lalu.

"Kami optimis hasilnya seperti itu," ucap sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Sulsel, Usman Sofyan, Minggu (21/4/2019) malam.

Usman mencontohkan, di Makassar Golkar masih sulit tertandingi. Rekap C1 saksi Golkar yang sudah diterima, menjadi dasar Usman. Sekalipun memang, targetnya kemungkinan melenceng. Di mana, sebelumnya dia menarget 2 kursi dari tiap Dapil di Makassar.

"Kalau Makassar sesuai target awal Golkar, optimis menang antara 9 - 10 kursi. Minimal 10 kursi, tapi melihat C1 yang sampai saya haqqul yakin, masih pemenang antara 9 - 10. Artinya, ada satu Dapil, saya objektiv melihat hanya 1 kursi. Tapi itupun belum pasti 1, memungkinkan 2," pungkas Usman.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif