alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PSM Makassar Tak Terkalahkan, Sekaligus Terbanyak Melanggar

Muhaimin
PSM Makassar Tak Terkalahkan, Sekaligus Terbanyak Melanggar
PSM Makassar menjadi satu-satunya tim yang belum pernah kalah dan sekaligus tim yang paling banyak melakukan pelanggaran pada ajang AFC Cup 2019. Foto: SINDOnews/Dok

MAKASSAR - PSM Makassar menjadi satu-satunya tim yang belum pernah kalah dan sekaligus tim yang paling banyak melakukan pelanggaran pada ajang AFC Cup 2019.

Sebagai tim yang belum pernah kalah, PSM Makassar menjadi pemuncak grup H turnamen asia tersebut, dengan delapan poin atau unggul satu angka dari Home United di posisi runner-up.

Dari catatan AFC melalui situs resminya pada laman The-AFC.com, disebutkan bahwa Klok dkk tercatat melakukan pelanggaran sebanyak 72 kali. Terpaut tujuh angka lebih sedikit dari tim asal Kuwait, Qadsia FC yang duduk di posisi kedua dengan 65 kali pelanggaran.



Jika dibagi dari empat laga yang dilakoni, artinya PSM Makassar melakukan pelanggaran sebanyak 18 kali setiap pertandingannya.

“Ini tentu menjadi warning atau peringatan bagi tim. Karena akan merugikan tim sendiri,” ungkap pengamat sepakbola, Faisal Maricar.

Banyaknya pelanggaran yang dilakukan, membuat PSM juga menjadi tim yang paling banyak mengoleksi kartu. Juku Eja telah mengemas sembilan kartu kuning dan satu kartu merah tidak langsung yang didapat oleh Abdul Rahman.

Kondisi ini membuat PSM Makassar menjadi tim yang paling kurang fair play di AFC Cup musim ini. Bersama dengan tiga tim lainnya yang juga mengoleksi kartu kuning dengan jumlah yang sama yakni Kaya FC Iloilo dari Filipina, Kuwait SC dari Kuwait dan Malkiya Club dari Bahrain.

“Status ini sedianya sangat merugikan tim. Sebab banyaknya kartu kuning akan mengurangi poin fair play. Sementara poin fair play itu juga masuk dalam hitungan dalam menentukan posisi klasemen grup,” jelas Faisal.

Dari regulasi AFC Cup pada poin 10.5, poin fair play memang masuk dalam perhitungan klasemen grup. Faktor tersebut dihitung dalam head to head andai dua tim memiliki poin dan jumlah produktivitas gol yang sama. Sehingga tim yang mengemas kartu kuning dan kartu merah lebih sedikit berhak atas keunggukan posisi klasemen yang unggul.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif