alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tentara Israel Tembak Remaja yang Terborgol dan Mata Ditutup Kain

Kurniawan Eka Mulyana
Tentara Israel Tembak Remaja yang Terborgol dan Mata Ditutup Kain
Tentara Israel menembak seorang remaja Palestina yang berlari dengan tangan terborgol dan mata ditutup kain. Remaja itu menjelaskan saat dia di rumah sakit. Foto: Mohammad Hmeid/AP Photo

GAZA - Tentara Israel menembak seorang remaja Palestina yang berlari dengan tangan terborgol dan mata ditutup kain. Remaja itu menjelaskan saat dia sedang dirawat di rumah sakit.

Remaja itu, Osama Hajahjeh, 16, mengatakan, dia ditembak dua kali di pahanya oleh tentara Israel pada hari Kamis (18/4/2019), ketika dia diborgol dan ditutup matanya. Kelompok hak asasi manusia terkemuka menyebut hal itu sebagai serangkaian penembakan oleh tentara Israel pada warga Palestina yang tidak dapat dibenarkan.

Dilansir Aljazeera, Selasa (23/4/2019), Hajahjeh menjelaskan, insiden itu dimulai setelah pemakaman seorang guru sekolah di desanya di Tuqu, yang ditabrak mobil yang dikendarai oleh seorang Israel ketika berjalan di persimpangan yang sibuk.



Hajahjeh mengatakan sekolah dibiarkan lebih awal bagi siswa untuk menghadiri pemakaman. Setelah penguburan, seorang tentara yang melompat keluar dari kebun zaitun memaksanya ke tanah, kemudian memborgol tangannya dan menutup matanya dengan kain penutup mata.

"Mereka menembak saya pertama kali ketika saya mencoba mengubah posisi duduk saya karena mereka mendudukkan saya di atas duri," kata Hajahjeh kepada kantor berita AFP melalui telepon dari sebuah rumah sakit di kota Beit Jala di Palestina, dekat Betlehem.

Menurut remaja itu, ia dipukul di paha kanan pertama kali. Dia berusaha lari dari tentara ketika dia ditembak.

"Aku mulai berjalan ke arah penduduk desa meminta bantuan... Lalu para prajurit menembakku lagi dan mengenai paha kiriku," tambahnya.

Militer Israel mengatakan pada hari Senin (22/4/2019), bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden minggu lalu, yang dikatakan terjadi ketika pemuda-pemuda Palestina melemparkan batu ke arah tentara Israel.

Hajahjeh mengatakan bahwa dia tidak terlibat dalam pelemparan batu dan telah terseret dalam pengejaran oleh tentara.

Sebuah gambar yang diambil oleh seorang fotografer lokal menunjukkan tentara muncul untuk mengejar Hajahjeh yang melarikan diri dengan mata tertutup dan tangan terikat di belakang.

Penembakan itu memicu adegan kacau. Tentara dan Palestina saling berteriak ketika remaja itu terbaring di tanah. Seorang tentara melepas sabuk remaja dan menggunakannya sebagai tourniquet untuk menghentikan pendarahan.

Video amatir menunjukkan seorang tentara bertopeng berteriak dan mengarahkan pistol ke sekelompok warga Palestina yang sedang sedih ketika remaja itu terbaring di tanah. Belakangan, seorang tentara dan dua lelaki Palestina kemudian membawa remaja itu ke perawatan medis.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan remaja itu telah ditangkap setelah berpartisipasi dalam "lemparan batu besar-besaran" pada pasukan Israel.

"Tahanan itu ditahan di tempat terdekat dan mulai melarikan diri dari pasukan. Para tentara mengejarnya, di mana mereka menembak ke arah perut bagian bawahnya," katanya.

Pernyataan itu tidak mengatakan apa-apa tentang dia yang ditutup matanya atau diborgol, tetapi mengatakan militer menawarkan perawatan medis setelah penembakan dan sedang menyelidiki peristiwa itu.

Ayah Hajahjeh, Ali, mengatakan bahwa dia bersyukur bahwa seorang tentara memberikan perawatan medis kepada putranya. Namun dia mengatakan putranya seharusnya tidak tertembak, untuk memulai.

"Hanya orang yang sakit yang menembak anak laki-laki yang ditutup matanya," katanya.

Kelompok hak asasi manusia Israel B'Tselem mengatakan insiden itu adalah yang terbaru dari serangkaian apa yang disebutnya penembakan yang tidak dapat dibenarkan terhadap remaja dan pemuda Palestina.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook