alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kunjungi Selayar, Menteri KKP Sebut 448 Kapal Ditenggelamkan

Kurniawan Eka Mulyana
Kunjungi Selayar, Menteri KKP Sebut 448 Kapal Ditenggelamkan
Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP), Susi Pudjiastuti, menegaskan, pihaknya telah menenggelamkan 488 unit kapal penangkap ikan asing yang ilegal. Foto: Istimewa/Kementerian KKP

MAKASSAR - Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, menegaskan, pihaknya telah menenggelamkan 488 unit kapal penangkap ikan asing yang ilegal. Pasca-penenggelaman seharusnya laut sudah banyak ikan.

Pernyataan Susi itu disampaikan saat melakukan sosialisasi kebijakan pengelolaan PPKT kepada masyarakat dan stakeholder perikanan di rumah jabatan Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali, Senin (22/4/2019).

Susi mengimbau pada masyarakat yang hadir, untuk tidak lagi melakukan praktik destructive fishing dengan pemakaian bom, portas, dan sebagainya yang dapat merusak lingkungan. Menurutnya, 1 gram potas dapat merusak 6 meter persegi karangnya.



“Laut itu kan masa depan dan tempat Bapak cari makan tho. Kalau dirusak, ya ikannya tidak ada. Saya sudah usir kapal-kapal asing, 488 sudah ditenggelamkan sesuai perintah Pak Presiden. Kapal asing datang lagi, ditangkap lagi, ditenggelamkan lagi. Tapi setelah mereka pergi, laut seharusnya banyak ikan, Tapi kalau Bapak rusak, diambil karangnya, dibom karangnya, diportas ikannya, hanya untuk mengambil ikan napoleon satu ekor, artinya Bapak bikin mati semua,” tutur Menteri Susi seperti dikutip dari laman resmi Kementerian KKP.

Selain merusak bumi dan lingkungan, penggunaan bahan-bahan berbahaya itu juga dapat mengganggu kesehatan nelayan, terutama mata. Begitu pula dengan penggunaan kompresor yang telah banyak mengakibatkan kecelakaan berupa kelumpuhan pada nelayan.

“Kalau Bapak butuh alat tangkap, catat nama Bapak semua, ketua kelompoknya siapa, saya bantu. Tapi persyaratannya tadi jangan ada destructive fishing,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta berjanji untuk tidak menggunakan bom demi mendapatkan ikan yang hanya akan menguntungkan pengepul saja. “Tolong hentikan pengrusakan. Itu kan warisan untuk anak cucu Bapak,” imbuhnya.

Menteri Susi mendorong masyarakat untuk melakukan penangkapan ikan. Namun, untuk jenis tertentu seperti ikan napoleon, Menteri Susi menyarankan supaya ikan yang besarnya di atas 3 kg per ekor tidak ditangkap agar dapat menjadi indukan di alam.

“Jadi napoleon itu hermafrodit (memiliki dua kelamin). Dia itu tidak kawin laki perempuan. Dia sendiri bisa beranak-pianak karena dia bisa merubah kelaminnya sendiri. Pada usia tertentu, kalau yang gede-gede diambilin, ya habis di alam,” jelas Menteri Susi.

Dengan pengelolaan yang baik, Menteri Susi yakin Kabupaten Kepulauan Selayar dapat berkembang lebih cepat. Terlebih, Kepulauan Selayar berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menjadi jalur lalu lintas perdagangan dan logistik kelautan utama. Dengan demikian, jika keindahan dan keasrian alamnya terjaga, Kepulauan Selayar akan mendapat perhatian dunia.

"Kepulauan Selayar beruntung ada di jalur ALKI. Tak banyak kepulauan yang seperti ini. Dengan berada di jalur ALKI, ini merupakan kesempatan besar Kepulauan Selayar menjadi destinasi wisata utama dari berbagai penjuru dunia," tambahnya.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads