alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawaslu Sebut BBT Enggan Beri Keterangan Terkait Politik Uang

Luqman Zainuddin
Bawaslu Sebut BBT Enggan Beri Keterangan Terkait Politik Uang
BUSRANUDDIN BASO TIKA. Calon Legislatif (Caleg) DPRD kota Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar, Selasa (23/4/2019) siang. Foto: SINDOnews/Luqman

MAKASSAR - Calon Legislatif (Caleg) DPRD kota Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar, Selasa (23/4/2019) siang.

Kepada awak media BBT menerangkan, dia datang karena ada panggilan dari Bawaslu untuk memberikan klarifikasi terhadap dugaan politik uang yang dia lakukan. Tapi, dia menampik dugaan tersebut, dengan alasan paham terhadap rambu-rambu Pemilu.

"Soal money politik itu tidak mungkin saya lakukan, saya kan paham aturan, saya datang disini diminta untuk klarifikasi mungkin ada yang melapor," terang anggota DPRD kota Makassar itu.



Sebelumnya, Busranuddin diduga telah melakukan politik uang sehari sebelum Pemungutan suara 16 April. Sebuah video sempat viral, di mana ada masyarakat yang mengaku diberikan uang Rp100 ribu untuk memilih paket Caleg PPP, yang salah satunya adalah Busranuddin di DPRD Makassar. Caleg lainnya, di tingkat Provinsi dan Pusat.

Busranuddin berkilah, politik uang tidak akan pernah dia lakukan. Apalagi, menurut dia, di sekitar tempat dia tinggal, ada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Rappocini. "Tanya aja itu Panwascam," kata Busranuddin sembari meninggalkan kantor Bawaslu.

Busranuddin datang sekira pukul 13.00 WITA kemudian meninggalkan Bawaslu pukul 14.00 WITA.

Belakangan, Busranuddin rupanya sama sekali tidak memberikan klarifikasinya ke pihak pemeriksa Bawaslu kota Makassar. Sekalipun, Busranuddin sudah masuk di ruang pemeriksaan. Hal itu dibenarkan oleh humas Bawaslu kota Makassar, Maulana.

"Jadi tadi yang bersangkutan (BBT) itu menolak untuk diambil keterangannya, pada saat kami kemudian melakukan klarifikasi yang bersangkutan langsung meninggalkan ruangan klarifikasi dan menolak untuk diperiksa lebih lanjut," sebut Maulana.

Sebelum pemeriksaan dimulai, Busranuddin kata dia, juga menolak untuk menandatangani berita acara pemeriksaan, dan pengambilan sumpah kesaksian. Padahal, kata Maulana itu adalah syarat formil dalam proses melakukan klarifikasi.

"Jadi kesimpulannya, yang bersangkutan ini menolak untuk memberikan keterangan," sambung dia.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook