alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mantan Sekda Bantaeng Kembalikan Uang Titipan ke Kejari Bantaeng

Eky Hendrawan
Mantan Sekda Bantaeng Kembalikan Uang Titipan ke Kejari Bantaeng
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba, Abdul Gani menyerahkan uang titipan pembayaran pengembalian kerugian negara sebesar Rp198 juta ke Kejari. Foto: Istimewa

BULUKUMBA - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba, Abdul Gani menyerahkan uang titipan pembayaran pengembalian kerugian negara sebesar Rp198 juta atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pengiriman Mesin Pabrik Pupuk SRF dari BPPT Jakarta ke Bantaeng.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng, Budi Setyawan mengatakan, jika penyerahan uang titipan merupakan uang pengganti dari pengerjaan yang menggunakan Pagu anggaran APBD pada kasus itu sebesar Rp 800 juta. Dimana dalam proses pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat indikasi atau dugaan penyimpangan.

"Penyerahannya dilakukan mantan Sekda Bantaeng didampingi Kuasa Hukumnnya, Zamzam dan didampingi juga beberapa keluarganya," Katanya, Selasa, (23/04/2019).



Budi Setyawan yang juga menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut menyambut baik hal tersebut. Bagi dia, hal ini merupakan bentuk komitmen terdakwa dalam pemulihan kerugian keuangan negara yang timbul dalam perkara tersebut.

"Uangnya sudah kita terima dan akan kita simpan di rekening negara pada BRI Bantaeng. Uang ini juga kita akan gunakan juga sebagai barang bukti dalam persidangan," ujarnya.

Kasi Pidsus Kejari Bantaeng, Budiman Abdul Karib mengatakan, perkara yang menyerat terdakwa tersebut dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makassar.

“Insha Allah pekan depan perkara tersebut akan mulai limpahkan,” jelas dia.

Perkara tersebut menurut dia, merupakan pemisahan berkas perkara terpidana Tjinjing Tompo dan Isdar Binti Zainuddin yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Masing-masing terpidana saat ini juga sudah masuk dalam Rumah Tahanan Negara guna menjalani putusan pidana yang telah dijatuhkan. Yang mana, masing-masing mendapatkan hukuman pidana selama 1 tahun dan denda Rp. 50 juta, dan subsidiair 3 bulan penjara,” ujarnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook