TOPIK TERPOPULER

Silaturahmi Sambil Nikmati Lezatnya Ayam Tettu

Marhawanti Sehe
Silaturahmi Sambil Nikmati Lezatnya Ayam Tettu
Pengunjung sedang menikmati menu Ayam Tettu di Jalan Beruang, Kamis (26/11/2020). Foto: MUCHTAMIR ZAIDE

MAKASSAR - Terkenal sebagai kota dengan ragam kuliner khas dan lezat, Makassar memang daerah yang sangat tepat sebagai tujuan berwisata kuliner. Nah, satu lagi varian yang menambah pilihan kuliner di Kota Makassar, yaitu Ayam Tettu.

Ayam Tettu berasal dari bahasa bugis yaitu Tettu yang berarti geprek. Tettu juga merupakan kepanjangan dari Terbaik Tanpa Tulang, dimana ayam disajikan memang tanpa tulang sehingga tidak menyulitkan bagi pelanggan yang ingin menikmati menu original Ayam Tettu.



Warung makan Ayam Tettu ini terdiri atas sejumlah varian menu, baik makanan, minuman hingga snack. Adapun menu yang jadi andalan, diantaranya Nasi Ayam Tettu Original, Nasi Kuning Tettu, dan Wedang Jahe Tettu. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000.

Owner Ayam Tettu, Suhardi menjelaskan, Ayam Tettu berawal dari hobinya yang senang kumpul dan silaturahmi sambil berkuliner. Dia adalah orang yang selalu ditanya soal tempat makan atau tempat kumpul yang bisa dituju oleh rekan-rekannya.

Baca Juga: Sambut Kuliner Istimewa Festive Season di Akhir Tahun!

"Sebenarnya saya hobi kumpul silaturahmi, sering kuliner juga, kerja juga tidak harus di kantor, saya ini selalu ditanya kumpul di mana, ngopi di mana. Semangat suka kuliner dan suka kumpul," kata Suhardi.

Selain kumpul dan berkuliner, semangat berbagi Suhardi juga sangat tinggi lewat Ayam Tettu. Hal tersebut tercermin dari 20 karyawan yang direkrutnya adalah berasal dari berbagai latar belakang, diantaranya anak jalanan, janda yang ditinggal suami, dan lain-lain.



Tidak hanya itu, semangat berbagi Ayam Tettu juga terlihat dari harga yang sangat terjangkau. Suhardi mengaku dirinya memang tidak mencari keuntungan yang besar lewat Ayam Tettu, tapi semangat berbagi, silaturahmi dan berkuliner.

"Basisnya ini berbagi dan ibaratnya mau makan tidak bayar tidak masalah, intinya tidak rugi dan ada kembali cost-nya, ya sudah. Rasanya enak, nikmat dan harga terjangkau," urainya.

Baca Juga: Dukung Bisnis Kuliner, IAS Apresiasi Kehadiran Mr Food Court

Kata Suhardi, semangat berbagi terus terinspirasi dari Yayasan Berkah Box milik adiknya yang menyalurkan 1500 nasi box setiap hari Senin sampai Jumat kepada 35 masjid yang nantinya akan disalurkan kepada orang yang membutuhkan.

"Saya awalnya terinspirasi dari Berkah Box, yayasan adik saya, menyalurkan 1500 box setiap hari, makanan siang untuk masjid dan dhuafa. Ya sudah (Ayam Tettu) kita buat begini untuk sarana silaturahmi, basisnya berkah juga berbagi, juga makanya harganya tidak mahal," kata Suhardi.

Ayam Tettu berkapasitas 30 hingga 40 orang. Buka setiap hari mulai pukul 7.00 hingga 17.30 WITA. Ayam Tettu juga bisa dijumpai di aplikasi pengantaran makanan online, baik Grab, Gojek hingga Maxim.

Soal rasa dari menu yang disajikan tidak perlu khwatir, Ayam Tettu sebelumnya telah melakukan taste food dengan melibatkan ahli dan pecinta kuliner. Proses yang dilakukan dalam membuat Ayam Tettu pun sangat istimewa yaitu tidak menggunakan garam, tapi proses marinasi sehingga sehat untuk dikonsumsi, bahkan oleh penderita darah tinggi.

Baca Juga: Dorong Konsumsi Masyarakat, Grab Gelar Festival Kuliner Berhadiah Rp1 Miliar



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!