alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Caleg Nasdem Bone Mengadu di Bawaslu Dugaan Penggelembungan Suara

Supriadi Ibrahim
Caleg Nasdem Bone Mengadu di Bawaslu Dugaan Penggelembungan Suara
Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bone Daerah Pemilihan (Dapil) 4, A Tenri Walinonong saat melapor di Bawaslu Bone. Foto: Sindonews/Supriadi Ibrahim

BONE - Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bone Daerah Pemilihan (Dapil) 4, A Tenri Walinonong, didampingi tim relawannya mengadu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone, Rabu, (24/04/2019).

Saat ditemui usai dimintai keterangan oleh penyidik Bawaslu, politisi muda dari Partai Nasdem itu mengatakan, kedatangan dirinya ke kantor Bawaslu Bone bersama sejumlah relawannya untuk melaporkan dugaan penggelembungan suaranya yang diduga dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab.

"Kedatangan kami kesini terkait indikasi kecurangan penggelembungan suara kami, dengan temuan itu kami merasa dirugikan," kata A. Tenri Walinonong melalui Tim Relawannya Yusril.



Selanjutnya, caleg dari daerah pemilihan (Dapil) 4 itu, menjelaskan indikasi penggelembungan suara yang dilaporkan itu terjadi di TPS yang berada di Kecamtan Lapri.

“Ditemukan adanya keganjilan pada penulisan C1. Kuat dugaan kami ada penambahan suara untuk caleg jumlahnya sangat besar,” ungkapnya.

Kejanggalan lainnya menurut dia, pada waktu rekapitulasi di tingkat kecamatan, tidak adanya C1 yang dilampirkan serta tidak ada tanda tangan saksi di C1 dengan data C1 yang diperlihatkan.

Kemudian tim A Tenri Walinonong, di TPS 4 Ujung Lamuru Kecanatan Lapri, suara caleg petahana yang harusnya 8 diduga diubah menjadi 98 suara.

“Kita sudah layangkan protes dan meminta kotak suara dibuka dan dilakukan penghitungan ulang, akan tetapi kami tidak digubris oleh penyelenggara. Hingga kami yang merasa dirugikan langsung melaporkan ini ke Bawaslu,” tandasnya.

Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu Bone, M Ridwan Husaefa, membenarkan pihaknya telah menerima aduan dugaan kecurangan pascapemilu oleh dari salah satu caleg dari partai Nasdem. Dalam laporan, caleg tersebut, kata Ridwan, yakni dugaan penggelembungan suara.

Selanjutnya, untuk menindak lanjuti laporan tersebut, Ridwan Husaefah mengaku laporan tersebut akan dikaji terlebih dahulu, untuk memastikan ada unsur pelanggaran didalamnya.

“Kita kaji terlebih dahulu, dan nanti dilihat syarat formilnya apakah itu pelanggaran administrasi, etik ataukah pidana. Kalau masuk ranah pidana, tentu akan ditangani oleh Gakkumdu,” tutupnya.



(agn)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads