alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Presiden Afghanistan Minta Anggota Parlemen Baru Ciptakan Perdamaian

Agus Nyomba
Presiden Afghanistan Minta Anggota Parlemen Baru Ciptakan Perdamaian
Presiden Afghanistan saat bertemu dengan Anggota Parlemen yang baru terpilih. Foto: Istimewa

KABUL - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mendorong anggota parlemen yang baru terpilih, untuk berpartisipasi dalam proses perdamaian dengan Taliban.

Ghani telah mengundang ribuan politisi, ulama dan aktivis hak asasi ke sebuah majelis yang dikenal sebagai Loya Jirga Minggu depan, untuk membahas cara-cara mengakhiri perang 17 tahun.

Beberapa pemimpin oposisi mengatakan, mereka akan memboikot majelis empat hari di Kabul, itu karena tanpa masukan mereka dan sedang digunakan oleh Ghani saat ia mencari masa jabatan kedua dalam pemilihan presiden September.



"Kami telah mempresentasikan rencana perdamaian secara teratur dan kami berkomitmen untuk itu," kata Ghani dalam sesi pertemuan pertama sejak pemilihan parlemen yang dirusak oleh masalah teknis, serangan militan dan tuduhan penipuan pemilu tahun lalu.

"Berdasarkan rencana ini, tidak akan ada kesepakatan damai dan negosiasi yang tidak memiliki kartu hijau parlemen," tambahnya.

Pejabat dari Amerika Serikat dan Taliban telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan untuk mengakhiri perang Afghanistan.

Negosiator AS, Zalmay Khalilzad, telah melaporkan beberapa kemajuan menuju kesepakatan tentang penarikan pasukan AS dan tentang bagaimana Taliban akan mencegah para ekstremis dari menggunakan Afghanistan untuk melancarkan serangan seperti yang dilakukan Al Qaeda pada 11 September 2001.

Pemberontak sejauh ini menolak tuntutan AS untuk gencatan senjata dan pembicaraan tentang masa depan politik negara itu yang akan mencakup pejabat pemerintah Afghanistan.

Loya Jirga, lembaga berusia berabad-abad yang digunakan untuk membangun konsensus di antara suku, faksi, dan kelompok etnis yang bersaing, adalah upaya Ghani untuk mempengaruhi pembicaraan damai dan memperkuat posisinya untuk masa jabatan.

Di tengah perpecahan politik yang meningkat di Kabul, politisi oposisi menuntut agar Ghani mundur ketika mandatnya berakhir bulan depan, dan memberi jalan kepada pemerintah sementara untuk mengawasi pembicaraan damai dengan Taliban. Ghani telah mengesampingkan hal itu.

Pengadilan tinggi negara itu mengatakan minggu lalu Ghani dapat tetap di kantor sampai pemilihan presiden pada bulan September.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook