alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bahaya! Jangan Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi Krek

Sri S Syam
Bahaya! Jangan Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi Krek
Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Saat otot-otot terasa tegang dan kaku, menggerakkannya sampai berbunyi "krek" memang bisa membuatnya terasa ringan. Tapi, jangan pernah lakukan itu pada bagian leher.

Bagian leher memiliki struktur anatomi yang kompleks, areanya sempit, dan fungsinya vital. Menurut penjelasan spesialis bedah saraf, Dr Wawan Mulyawan, di dalam leher terdapat beragam organ penting.

Selain itu, di leher juga terdapat pembuluh darah utama ke otak. Makin ke belakang, terdapat struktur tulang belakang yang di dalamnya ada sumsum tulang belakan dan pembuluh darah ke otak.



Semua organ-orang itu punya fungsi yang demikian penting. Tidak salah kalau ada yang menyebut leher adalah jembatan kehidupan antara kepala dan tubuh bagian bawah.

Mengingat pentingnya organ-organ yang ada di leher, Wawan menyebutkan manipulasi atau menggerakkan leher secara berlebihan dapat berakibat fatal. Ia menjelaskan jika tulang leher patah, retak atau dislokasi, maka tulang leher menjadi tidak stabil dan membuat sumsum tulang belakang di dalamnya tercederai.

Ada tujuh ruas tulang leher dan masing-masing ruas dihubungkan oleh dua macam sendi, yakni bantalan tulang (diskus) dan sendi penyangga kiri dan kanan (prosesus artikularis superior dan prosesus artikularis inferior atau disebut facet).

Jika tulang dan sendinya melejit, maka hubungan persendian dan ruas tulang lehernya menjadi tidak stabil dan mencederai sumsum tulang belakang di dalamnya dan selanjutnya terjadilah kejadian fatal yabng bisa sampai menimbulkan kematian.

Bunyi krek itu tampaknya memang tidak terjadi dislokasi atau patah tulang leher, namun sebetulnya dengan makin sering digerakkan berlebihan maka sendi leher makin lemah dan menyebabkan tulang leher tidak stabil. Semakin bertambahnya usia akan muncul keluhan nyeri leher kronis.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads