TOPIK TERPOPULER

Polres Maros Ungkap Empat Kasus dari Hasil Operasi Lipu

Najmi Limonu
Polres Maros Ungkap Empat Kasus dari Hasil Operasi Lipu
Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon saat memberikan keterangan terkait dengan pengungkapan kasus pada Operasi Lipu pda tahun 2020. Foto: Najmi Limonu/Sindonews

MAROS - Jajaran Polres Maros berhasil mengungkap 4 kasus pidana mulai dari kasus pencurian ternak sapi, pencurian HP dan Laptop hingga motor dari hasil operasi Sikat Lipu yang berlangsung selama 20 hari sejak 9 November hingga 28 November 2020.

Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon mengatakan, operasi Sikat Lipu ini sebagai upaya untuk menekan angka kejahatan utamanya pencurian dengan pemberatan dan kekerasan serta pencurian kendaraan bermotor.



"Hari ini kita sampaikan bahwa hasil dari operasi Sikat Lipu tahun 2020 yang kami gelar selama 20 hari itu berhasil mengungkap empat kasus kejatan. Baik itu yang sudah target operasi maupun yang non target," katanya, Senin, (30/11/2020).

Baca Juga: Kapolres Maros Ingatkan Paslon Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Kapolres Maros menuturkan, total tersangka yang diamankan dari 4 kasus yang diungakap itu sebanyak 6 orang. Satu orang lagi dalam kasus pencurian ternak masih berstatus buron. Seluruh tersangka ini diamankan oleh polisi di berbagai lokasi berbeda dengan sejumlah barang bukti.

“Totalnya ada 6 orang tersangka yang kami telah amankan. Untuk kasus pencurian ternak yang terjadi di wilayah kecamatan Camba, itu tersangka utamanya masih buron. Kasus ini (pencurian sapi) memang menjadi atensi kami karena sudah lama,” lanjutnya.

Lebih lanjut, mantan Kasubdit Cyber Crime Polda Sulsel itu mengaku, angka kejahatan selama masa pendemi terbilang sama dengan sebelum masa pandemi. Hanya saja, kata dia, motifnya lebih didominasi dengan kejahatan di media sosial. Seperti ujaran kebencian dan juga pencemaran nama baik.



“Kalau mau dibandingkan dengan sebelum masa pandemi, itu sama saja yah. Namun modusnya agak berbeda, kejahatan cyber malah yang lebih banyak. Nah kita tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan jangan mudah terprovokasi di media sosial apa lagi di masa Pilkada sekarang ini,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Maros Jaring 25 Pelanggar di Hari Pertama Operasi Zebra

Pada kesempatan itu juga, Musa menyampaikan jika Polres Maros sudah menyiapkan strategi pengamanan Pilkada jelang pencoblosan. Termasuk penambahan personil yang mereka dapatkan dari bantuan Polda Sulsel dan juga Brimob.

“Total kesiapan personel kami itu mencapai 667. Polres Maros sebanyak 500 dan dari BKO Polres Sinjai dan Bone jumlahnya 167 ditambah dengan satu pleton Brimob dari Polda Sulsel. Kita jamin Pilkada Maros ini akan berjalan damai, aman dan tentunya sehat,” terangnya.

Sementara untuk tingkat kerawanan Pilkada, Musa mengaku jika Maros tidak memiliki titik rawan. Namun untuk mengantisipasi, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi berjalan aman dan damai.

“Kita tidak ada yang Namanya titik rawan. Tapi kita akan upayakan Maros ini menjadi zona hijau di Pilkada. Saya harap masyarakat juga tetap menjaga kondisi ini tetap berjalan aman dan dami sampai semua tahapa Pilkada selesai,” pungkasnya.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!