alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sepanjang April, Sedikitnya 3 Pelaku Prostitusi Tewas di Hotel

Faisal Mustafa
Sepanjang April, Sedikitnya 3 Pelaku Prostitusi Tewas di Hotel
ILUSTRASI. Sepanjang April 2019, sedikitnya tiga pelaku prostitusi yang menggunakan hotel sebagai lokasi transaksi dan kegiatan mesum, tewas di hotel tempatnya berkencan. Foto: SINDOnews/Dok

MAKASSAR - Sepanjang April 2019, sedikitnya tiga pelaku prostitusi yang menggunakan hotel sebagai lokasi transaksi dan kegiatan mesum, tewas di hotel tempatnya berkencan.

Korban tewas terakhir adalah Syaripuddin, yang ditemukan tewas di Hotel Daya, Kamar 104, Jalan Kapasa Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (29/4).

Sebelum meninggal korban datang bersama seorang wanita bernama Murni, dengan mengendarai mobil Honda BRV warna hitam bernopol DP 1493 TA, pukul 01.15 WITA. Keduanya menginap di Kamar 104.



Berselang 5 menit, korban keluar dari kamar meminta tolong kepada Karyawan Hotel, Muh Amin (24) untuk dibelikan nasi goreng dua bungkus.

"Saat Muh Amin mengantar nasi goreng, korban yang ditemui masih sehat dan normal," kata Kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indraatmoko dalam rilisnya Rabu (1/3).

Sekitar pukul 01.50 WITA. Murni keluar dari kamar Hotel meminta tolong kepada karyawan lantaran Syarifuddin tergeletak di lantai dan tidak bergerak lagi setelah keluar dari kamar mandi

"Dari pengakuan Murni, bahwa korban kemungkinan kecapean setelah menempuh perjalanan dari Palopo," terangnya

Melihat kondisi korban yang mengkhawatirkan Murni kemudian menghubungi Kepolisian di Polsek Biringkanaya.

Murni yang menyadari hal itu, kemudian meminta Sekuriti Hotel, Baharuddin (45) untuk mengantarnya ke Telkomas dengan alasan untuk memanggil keluarga korban. Faktanya, setelah 30 menit berlalu Murni tak menampakkan diri.

"Sekuriti hotel menelepon Murni untuk menanyakan kenapa belum datang?, kemudian dijawab oleh Murni sudah di perjalanan menuju hotel. Setelah beberapa menit kemudian sekuriti kembali menelpon, namun nomor hp Murni sudah tidak aktif lagi," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara sementara oleh tim Dokpol Polda Sulsel memang tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sehari sebelumnya kasus serupa juga terjadi di Hotel Dalton Makassar, Kamar 723. Korban diketahui bernama Marthin Matheus Tambunan (52) yang juga ditemukan meninggal dunia usai mendatangi hotel bersama teman wanitanya, Anggel (samaran), pukul 02.50 WITA, dini hari.

Korban ditemukan oleh saksi Muh Alwi (52) yang merupakan Danru Sekuriti Hotel Dalton, saat memantau kegiatan di lantai 7.

Saat itu, Alwi melihat adanya orang yang keluar dari Kamar 723 yang berjalan seperti orang mabuk dan terjatuh di pelataran depan pintu kamar hotel.

"Perempuan yang datang bersama korban sempat ingin membangunkan korban namun korban tidak bangun. Setelah itu perempuan itu turun ke resepsionis hotel untuk meminta tolong," kata dia.

Tak menunggu lama, Muh Alwi kemudian memanggil rekannya, Daniel untuk bersama-sama naik ke lantai 7 untuk melakukan pengecekan. Namun sayang Marthin Matheus Tambunan yang ditemukan di lokasi juga meninggal dunia.

"Iya sama perempuan, itu yang masih kita dalami soalnya perempuan ini menghilang dari TKP. Perempuan itu Anggel, ini nama samaranya ya," bebernya.

Meski Marthin Matheus Tambunan meninggal akibat serangan jantung, namun dari hasil pengecekan CCTV hotel, diduga adanya indikasi praktik prostitusi.

Sebelum Marthin Matheus Tambunan meregang nyawa. Ia bersama Anggel sempat bercumbu di dalam lift ketika menuju kamar 723 yang sudah disewanya.

"Dugaan ini cewe prostitusi karena ada videonya, ada," katanya.

Yang paling mengerikan adalah penemuan mayat janda beranak satu bernama Rosalina Kumala Sari (18) yang mengalami 27 luka tusukan di Hotel Benhil, Jalan Toddopuli Raya Kota Makassar, Kamis (11/4) sore.

Korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang juga room boy bernama Irfan, sekira pukul 15.30 Wita dalam berlumuran darah,

Butuh waktu seminggu bagi polisi untuk mengungkap kasus ini, Indra Anugrah Saputra (20) yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap janda beranak satu itu ditangkap oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar di Jalan Barukang Utara Kota Makassar, Kamis (18/4) pukul 23.30 WITA, malam.

Indra Anugrah Saputra yang tertangkap belakangan diketahui merupakan seorang germo. Ia juga adalah teman koran yang kerap mencari lelaki hidung belang untuk berhubungan bandan dengan korban.

"Pelaku masih merupakan teman dengan korban. Biasa jadi penghubung korban dengan laki-laki lain," jelasnya.

Sebelum korban terbunuh, Rosalina sempat dihubungi oleh Indra Anugra Saputra melalui media sosial WhatsApp. Waktu itu, korban hendak diboking oleh rekan Indra Anugra Saputra dengan tarif Rp700 ribu.

Setelah sepakat, korban dan Indra Anugrah kemudian memilih Hotel Benhil sebagai tempat yang akan pake untuk transaksi prostitusi.

Indra Anugra Saputra mendatangi Hotel Benhil pukul 13.00 WITA, dia menyewa kamar 209 yang berada di lantai 2, selama 4 jam dengan biaya Rp100 ribu menggunakan nama Dita (nama palsu).

Pertemuan Rosalina dan Indra Anugrah di Kamar 209, ternyata menjadi malapetaka bagi janda beranak satu itu, setelah korban yang sudah berada di lokasi kecewa lantaran teman Indra Anugra membatalkan bokingannya Rp700 ribu yang sudah disepakati.

Berawal dari perdebatan, kemudian berakhir menjadi pembunuhan. Nyawa janda beranak satu itu dihabisi. Rosalina dibunuh dengan menggunakan senjata jenis sangkur dan hantaman kursi kayu.

Kepada polisi, Indra Anugra Saputra mengakui perbuatannya. Ia nekat menghabisi nyawa Rosalina lantaran emosi ketika terus diomeli oleh korban. "Karena ketersinggungan dan kesal terhadap korban yang terus memaki pelaku yang membatalkan bokingannya," kata dia.

Dengan adanya kasus-kasus tersebut, menurut Indraatmoko, sudah menjadi bukti bahwa hotel-hotel di Kota Makassar memang kerap dipake sebagai tempat transaksi prostitusi.

"Jadi memang hotel-hotel di Makassar itu ada yang begituan," tutupnya.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook