alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Datangi KPU Sulsel, Pendukung Prabowo: Kita Dizolimi secara TSM

Luqman Zainuddin
Datangi KPU Sulsel, Pendukung Prabowo: Kita Dizolimi secara TSM
Pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandi, melakukan aksi unjuk rasa di KPU Sulsel, Kamis (2/4/2019). Salah satu oratornya adalah Aziz Qahhar Mudzakkar. Foto: SINDOnews/Luqman Zainuddin

MAKASSAR - Pendukung calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Sulsel, melakukan aksi damai di depan sekretariat KPU Sulsel Jalan AP Pettarani Makassar, Kamis (2/5/2019). Pendukung itu berasal dari berbagi elemen.

Mulai dari Front Pembela Islam (FPI) wilayah Sulsel, relawan PAS 08, hingga Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Salah satu narasi yang dibawa oleh pendukung Prabowo-Sandi dalam aksinya itu, adalah adanya indikasi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) dalam penyelenggaraan Pemilu. Yang dianggap merugikan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandi.



"Bukan dugaan, ada fakta hukum. Kecurangan ini sudah terstruktur. Bukan lagi Pemilu yang Jurdil (jujur dan adil). Hari ini, KPU dipidanakan oleh BPN. Oknum (pembuat kecurangan) itu, penjahat demokrasi. Itu adalah tindakan makar terhadap bangsa dan negara," kata Ryan Latif, Panglima PAS 08 dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, pendukung Prabowo-Sandi juga membacakan hasil dari Ijtima' Ulama III. Seperti, kesimpulan telah terjadinya kecurangan yang TSM dalam proses Pemilu 2019, serta mendorong dan meminta BPN melakukan keberatan dalam prosedur yang legal.

Ijtima' ulama itu juga meminta KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi pasangan calon capres-cawapres 01. Serta, mengajak masyarakat untuk mengawal hasil Pemilu dan melawan kecurangan.

Salah satu orator dalam aksi tersebut juga adalah Azis Qahhar Mudzakkar. Mantan kontestan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Juni 2018 lalu, sekaligus Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari PAN. Azis dalam orasinya, menyebut kecurangan TSM sangat jelas dalam Pemilu kali ini.

Seperti kata Azis, menggerakkan struktur pemerintahan dari Bupati hingga kepala desa untuk memilih calon Presiden dan wakil Presiden nomor urut 1, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Pernah mendengar Bupati mengarahkan camat dan kepala desa memilih 01? Itu adalah kesalahan terstruktur, karena melibatkan struktur kekuasaan untuk memilih calon tertentu. Itu pelanggaran Pemilu," tegas Azis.

Sementara pelanggaran sistematis, kata Azis mengacu pada kesalahan-kesalahan pengimputan yang terjadi di mana-mana. Sementara, kesalahan itu kata dia, tersebar secara massif di wilayah Indonesia.

"Maka ini adalah kesalahan TSM. Kesalahan TSM itu resikonya apa? Menurut UU adalah diskualifikasi. Maka kita berkumpul, karena kita adalah tim dari pasangan 02 yang dizolimi secara TSM. Kita menuntut diskualifikasi kepada calon yang melakukan TSM," pungkas Aziz.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook