alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tinggalkan Tugas Waktu Lama, Prajurit Yonif 725 Ditahan di RTM

Faisal Mustafa
Tinggalkan Tugas Waktu Lama, Prajurit Yonif 725 Ditahan di RTM
Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik. Foto: Faisal Mustafa/SINDOnews

MAKASSAR - Prajurit Batalyon Infanteri 725/Woroagi atau Yonif 715/WRG, Prada Adrianus Pattian (24) terlibat sejumlah kasus selama berkarier di militer, salah satunya pelanggaran indisipliner.

Informasi yang diperoleh SINDOnews, Adrianus hampir setahun meninggalkan tugasnya. Dan saat ini menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Militer (RTM), Jalan Garuda, Makassar.

"Andrianus ini dia sering melakukan tindakan tidak hadir tanpa ijin sejak 2016 dan berulang-ulang. Pada tahun 2017 dia juga melakukan berulang kali seperti itu. Akhirnya dia di hukum, melaksanakanĀ  hukuman selama satu bulan 20 Hari," ungkap Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik di Makodam XIV Hasanuddin, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (02/05/2019).



"Tahun 2018 mengulangi sampai sekarang, dia tidak hadir sampe sekarang bahkan melakukan kejahatan lain yaitu perbuatan yang boleh dikata biadab," lanjut Maskun Nafik.

Sebelumnya, Adrianus Pattian (24 tahun), eks anggota TNI tega menculik lalu mencabuli tujuh anak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dia ditangkap di Lorong Cendana, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari pada Rabu (01/05/20190).

Meski begitu, kata Maskun pemeriksaan Adrianus bukan soal kasus dugaan pencabulan, melainkan tindakan indisiplinernya.

"Pada prinsipnya yang bersangkutan melakukan desersi, itu eksekutornya auditor militer. Nah prosesnya pengadilan militer itu ada di Makassar, auditor militernya juga di Makassar," jelasnya.

Saat ini Adrianus divonis satu tahun penjara dan hukuman tambahan PTDH atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sejak 9 April lalu.

"Selama jalani hukuman, yang bersangkutan juga jalani pemeriksaan oleh penyidik polisi militer untuk mendalami motif desersinya. Ke mana saja dan apa saja yang dia lakukan selama desersi itu. Jadi yang dijalani saat ini adalah proses hukum militernya. Selanjutnya akan diserahkan ke polisi untuk proses pidana umumnya," pungkas Maskun.

"Kalau saat itu tahun 2016 belum dikategorikan meninggal kan dinas, informasinya (alasanya) masalah remaja aja, mungkin dia punya pacar, main ke tempat hiburan sampai dia tidak kembali, mabuk-mabukan, sampai dia terlena tidak masuk kerja," tutupnya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads