alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ketua Tim Pemenangan Jokowi Sulsel Keok di Pemilu 2019

Luqman Zainuddin
Ketua Tim Pemenangan Jokowi Sulsel Keok di Pemilu 2019
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Joko Widodo - Maruf Amin di Sulsel, Syamsul Bachri. Foto : SINDOnews/Luqman Zainuddin

MAKASSAR - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Sulsel, Syamsul Bachri gagal duduk kembali di DPR RI untuk periode 2019-2024 lewat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Hal itu diakui sendiri oleh Syamsul saat dikonfirmasi SINDOnews lewat sambungan seluler. Menurut politikus partai Golkar itu, Ia tampaknya harus istirahat dan mencukupkan masa kerjanya di DPR RI selama lima periode saja.

"Kalau pencalonannya, saya kelihatannya harus istirahat. Jadi memang, ya lima periode di DPR RI cukuplah. Biarlah generasi muda melanjutkan," tukas Syamsul kepada SINDOnews.



Syamsul sendiri maju lewat Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II, meliputi kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, dan kabupaten Bulukumba. Ada sembilan kursi yang diperebutkan dari Dapil II.

Syamsul pun mengaku, capaian suaranya jauh dari pemilik suara tertinggi satu partainya di Dapil Sulsel II. Adapun suara tertinggi di Dapil tersebut kata Syamsul dipegang Andi Rio Idris Padjalangi. Sementara peraih suara terbanyak ke dua dari Golkar, tak diungkap Syamsul secara pasti. Tapi, yang jelas suaranya pribadi tak mampu bersaing.

"Si Rio tetap, di Bone. Karena ada yang membantu di sana. Sama dengan tahun (periode) lalu, tinggi juga di sana. (Saya) Nggak dapat. Jauh lah," sambung Syamsul.

Lantas apa yang membuat Syamsul tak bisa terpilih untuk periode ke enam di DPR RI? Menurut Syamsul, salah satunya adalah kesibukan mengurusi kerja-kerja pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Sulsel.

"Di samping sibuk ngurusin TKD juga, ya udahlah yah," pungkas Syamsul.

Pantauan SINDOnews di situs real count KPU untuk Dapil II, Jumat (3/5/2019) siang, suara Golkar sementara ini memimpin dengan 312.998 suara. Golkar berpeluang mendapat kursi ke dua, jika suara awal dibagi tiga sesuai sistem Sainte Lague, bisa mendapat kursi ke empat.

Tak hanya ketua, sekretaris TKD KIK Jokowi - Ma'ruf Sulsel, Asrul Makkaraus juga sedang bertarung sengit di Dapil Sulsel III DPRD Sulsel. Asrul merupakan petahana dari PPP.

Beratnya langkah Asrul untuk duduk kembali di DPRD Sulsel juga diakui oleh ketua DPW PPP Sulsel, M Aras. Ia bahkan tak bisa memastikan apakah Asrul bisa duduk kembali atau tidak. "Internal PPP, memang bersaing ketat, kalau seandainya kita 100 persen C1 kita bisa pastikan, tapi yang kita 97 persen, belum bisa memberikan kepastian," tukas Aras lewat sambungan selulernya.

Tak hanya di kubu Capres Jokowi - Ma'ruf, pada kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno juga demikian. Beberapa anggota tim pemenangan terseok pada Pileg. Yang sudah jelas salah satunya adalah Agus Arifin Nu'mang yang nyaleg di DPR RI.

Juru bicara DPD Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arief menyebut bahwa perolehan suara tertinggi di Dapil Sulsel III dari Gerindra, ditempati oleh La Tinro La Tunrung, mantan bupati kabupaten Enrekang. Sementara posisi ke dua peraih suara terbanyak, ditempati, petahana, Felicitas Tallulembang.

"Suara tertinggi La Tinro La Tunrung. Kemudian, Felicitas. Gerindra potensi 2 kursi," aku Sawaluddin beberapa waktu lalu.

Sementara itu, ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo - Sandi Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) yang maju DPR RI saat ini sama sekali belum memiliki jaminan untuk lolos ke Senayan. Mengingat, ia bersaing dengan petahana Azikin Solthan di Dapil Sulsel I.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook