alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Besok, Bawaslu Kembali Sidang 108 Anggota KPPS di Makassar

Luqman Zainuddin
Besok, Bawaslu Kembali Sidang 108 Anggota KPPS di Makassar
Suasana sidang dugaan pelanggaran administratif terhadap 108 terlapor anggota KPPS di sejumlah TPS di Makassar di jalan Anggrek, Senin (6/5/2019). Foto: Istimewa

MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar, kembali mengagendakan sidang dugaan pelanggaran administrasi dengan terlapor 108 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Makassar pada Rabu (8/5/2019) besok.

Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu kota Makassar, Sri Wahyuningsih menerangkan, bahwa sidang kedua nanti akan mengagendakan pemeriksaan bukti-bukti dan saksi. Setelah sehari sebelumnya, Senin (6/5/2019) lalu sudah digelar sidang pertama.

"Hari Rabu, pemeriksaan bukti dan saksi dan segala macam," kata Wahyuningsih kepada SINDOnews.



Wahyuningsih menyebut, jika dugaan pelanggaran administratif terhadap ratusan anggota KPPS tersebut berawal dari laporan saksi peserta Pemilu. Di mana, ada data-data perolehan suara yang dianggap berlainan pada form C1.

"Ada saksi Capres dan Partai mendapati, ada misalnya tidak ada perolehan suaranya, tidak ada angkanya. Kemudian. Persoalan, ada yang coret-coret di C1. Itu yang dia lapor ke Bawaslu. Karena ini pelanggaran administrasi, maka langkah untuk menyelesaiakannya adalah melalui proses sidang," urai Wahyuningsih.

Hanya saja, kasus ini tak banyak mempengaruhi hasil suara pada TPS di mana anggota KPPS yang diadukan bertugas. Sebab, yang dipermasalahkan adalah C1, yang ada pada TPS. Sementara, pada perjalanannya kata Wahyuningsih, sudah ada pembetulan terhadap kekeliruan C1 itu di tingkat kecamatan.

"Tidak berpengaruh. Karena sudah diproses di tingkat kecamatan, yang dipersoalkan itu kan C1, di tingkat TPS, dan sudah dikoreksi di kecamatan. Sudah terkoreksi. Karena terlanjur masuk kasusnya, jadi cara menyelesaikannya adalah sidang," ungkapnya.

Lalu apakah ada sanksi yang bisa mengganjar KPPS tersebut jika terbukti?

"Nanti lah kita lihat. Putusannya seperti apa. Apakah kesalahan prosesdur atau apa," jawab Wahyuningsih mengakhiri.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook