TOPIK TERPOPULER

Begini 6 Fakta Menarik Noken, Warisan Budaya Dunia dari Papua

Tim SINDOnews
Begini 6 Fakta Menarik Noken, Warisan Budaya Dunia dari Papua
Perempuan asli Papua sedang memintal benang noken. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Tanggal 4 Desember setiap tahun dirayakan sebagai Hari Noken Sedunia. Noken adalah tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu.

Peringatan Hari Noken Sedunia dilakukan sejak tahun 2012 setelah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak berbenda oleh oragnisasi dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).



Nah, berikut ini beberapa fakta soal noken, warisan budaya dunia dari Papua yang tidak diketahui oleh banyak orang.

1. Berfungsi Sebagai Tas
Meski dibawa di kepala, tapi sama dengan tas pada umumnya, noken digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari. Masyarakat Papua biasanya menggunakannya untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar.

2. Terdaftar Sebagai Warisan Budaya Dunia Karena Keunikannya
Karena keunikannya yang dibawa dengan kepala, noken ini di daftarkan ke UNESCO sebagai salah satu hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia. Pada 4 Desember 2012, noken khas masyarakat Papua ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda UNESCO.

Baca Juga: Netflix Dorong Semangat Sineas Indonesia untuk Bercerita Tentang Budaya Lokal

3. Dibuat Khusus oleh Tangan Ahli Mama-mama di Papua
Tas Noken ini sendiri asli buatan mama-mama di Papua. Tas tradisional Noken memiliki simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan bagi masyarakat di tanah Papua terutama kebanyakan di daerah Pegunungan Tengah Papua seperti suku Mee/Ekari, Damal, Suku Yali, Dani, Suku Lani dan Bauzi.



4. Jadi Simbol Kedewasaan Bagi Perempuan Papua
Para wanita di Papua sejak kecil sudah harus belajar untuk membuat noken, karena membuat noken dari dulu hingga saat ini dapat melambangkan kedewasaan si perempuan itu. Karena jika perempuan Papua belum bisa membuat noken dia tidak dianggap dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah.

5. Hanya Boleh Dibuat oleh Perempuan Asli Papua
Karena merupakan simbol, maka pembuatan noken ini pun cukup sakral karena hanya perempuan asli Papua yang berhak dan boleh membuatnya. Perempuan yang menguasai pembuatan noken menunjukkan bahwa ia telah dewasa.

6. Jadi Google Doodle
Karena ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, maka setiap tanggal 4 Desember noken dari Papua dijadikan google doodle.

Baca Juga: Gunakan Pendekatan Kesejahteraan, Pemerintah Naikkan Dana Otsus Papua



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!