alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Catat, Ini Tantangan dan Risiko Penderita Diabetes Saat Puasa

Diana Rafikasari
Catat, Ini Tantangan dan Risiko Penderita Diabetes Saat Puasa
Penderita diabetes tipe 2 harus memperhatikan sejumlah hal saat menunaikan puasa di bulan Ramadhan. Foto: Ilustrasi

JAKARTA - Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan, menjadi hal yang dinanti-nantikan ummat Islam, namun berpuasa bagi penderita diabetes tipe 2 punya risiko tersendiri.

Berpuasa menjadi kegiatan yang menantang bagi mereka lantaran harus mengubah pola makan dengan tetap mengontrol kadar gula darah, serta menggunakan insulin secara tepat.

Saat berpuasa, banyak tantangan dan resiko yang dihadapi penderita diabetes tipe 2, seperti memburuknya kendali gula darah, hipoglikemia, dan risiko dehidrasi. Di saat menahan lapar dan haus, penderita diabetes tipe 2 memiliki resiko terjadinya hipoglikemia.



Sementara, ketika berbuka puasa mereka terpapar resiko meningkatnya kadar gula darah dan puasa Ramadhan dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, seperti bertambahnya jaringan Iemak bertambah dan berkurangnya jumlah massa otot yang mempengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.

“Pada dasarnya, penderita diabetes tipe 2 boleh saja berpuasa. Namun, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan resiko yang dihadapi selama menjalankannya. Pasien diabetes tipe 2 diminta untuk tidak terlalu mengubah drastis pola makan, disarankan untuk mendapatkan asupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka," kata ahli penyakit dalam, Prof Dr dr. Sidartawan Soegondo, saat acara diskusi media Bagaimana Pasien Diabetes Di Perkotaan Dapat Berpuasa bersama Novo Nordisk di Cikini, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Selain itu, mereka juga wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, serta makanan dan minuman bergula serta selalu patuh pada kalori yang boleh dikonsumsi. Pasien juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui solusi terbaik baik dari segi pola makan dan pengobatan selama berpuasa," lanjutnya.

Edukasi mengenai tata cara berpuasa untuk pasien diabetes tipe 2 sangat penting, khususnya untuk mereka yang hidup di perkotaan, terutama dengan adanya penelitian Riskesdas 2018 yang menunjukkan bahwa DKI Jakarta kini menempati peringkat pertama sebagai kota dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan pemeriksaan gula darah, penderita diabetes melitus di Indonesia naik menjadi 8.5% dari 6,9% di 2013. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan prevalensi diabetes tertinggi di Indonesia dan persentasenya meningkat dari 2,5% dl tahun 2013 menjadi 3,4% di 2018.

“Meskipun angka penderita diabetes terus meningkat, masih banyak penderita diabetes yang tidak terdiagnosa karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang diabetes dan penanganannya," tutur dr. Dwi Oktavia T.L. Handayanl, M. Epid selaku Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan DKI Jakarta.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads