alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Imbau Warga Mampu Tak Pakai LPG 3 Kg, Disperindag Fasilitasi Penukaran

Chaeruddin
Imbau Warga Mampu Tak Pakai LPG 3 Kg, Disperindag Fasilitasi Penukaran
Pemkot Palopo mengibau masyarakat yang mampu untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg, dan menukar dengan gas 5.5 kg atau Bright Gas. Foto: Istimewa

PALOPO - Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Palopo, memfasilitasi penukaran tabung LPG 3 kg ke tabung LPG isi 5,5 kg atau Bright Gas bagi kalangan warga yang mampu.

Penukaran tabung ini bersifat imbauan atau perintah bagi masyarakat bercukupan seperti kalangan ASN, TNI dan Polri termasuk pengusaha warung makan, cafe dan restoran.

Kepala Dinas Perdagangan, Sulkifli, menyebutkan rincian paket penukaran LPG 3 kg ke LPG 5,5 kg atau Bright Gas yakni, paket A, 1 tabung 2 kg kosong plus uang Rp178.000,- akan mendapatkan 1 tabung 5,5 kg plus isi.



"Paket B, menukarkan 2 tabung LPG 3 kg, hanya menambahkan uang Rp75.000,- akan mendapatkan tabung 5,5 kg beserta isi. Dan Paket C, pembelian perdana tabung Bright Gas plus isi hanya Rp280.500,-," sebut Kadis Perdagangan.

Tempat penukaran di Kantor Dinas Perdagangan. "Ini sifatnya imbauan atau perintah dari Wali Kota Palopo, mendahului surat instruksi Bapak Wali Kota yang akan segera terbit terkait penggunaan LPG 3 kg," ujarnya.

Ditekankan Kepala Dinas Perdagangan bahwa, penggunaan LPG 3 Kg sama sekali tidak dibolehkan bagi masyarakat yang mampu diantaranya bagi ASN, TNI dan Polri termasuk untuk kebutuhan bisnis, seperti warung makan, cafe dan restoran.

"Ini merupakan salah satu cara agar penyaluran dan penggunaan subsudi pemerintah melalui LPG 3 kg tepat sasaran. Ini juga upaya pemerintah agar tidak terjadi kelangkaan gas bersubsudi di lapangan," katanya.

Kepala Bidang Perdagangan, Nurpati, menyampaikan bahwa kelangkaan LPG 3 kg di sjumlah daerah termasuk di Kota Palopo disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat sasaran. Sehingga jumlah pengguna gas bersubsidi tersebut melampau batas penggunaan yang telah diperhitungkan oleh pemerintah.

"Penyabab lain adalah, adanya oknum yang menjual gas bersubsidi untuk warga Kota Palopo ke luar daerah karena memang ketetapan Harga Eceran Tertinggi atau HET LPG 3 kg di Kota Palopo cukup rendah. Lokasi penjualan gas subsidi Kota Palopo ke sejumlah daerah seperti Toraja dan Sulawesi Tengah," ujarnya.

Untuk diketahui, gas bersubsidi jenis 3 kg di Luwu Raya akhir-akhir ini mengalami kelangkaan. Masyarakat sangat kesulitan memperolehnya di pangkalan hingga ke pengecer. Jika pun ada didapati harga di tingkat pengecer sudah diatas Rp20 ribu



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads