alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sejumlah Kepala Sekolah Akui Adanya Permintaan Fee DAK 2018

Darwiaty Dalle
Sejumlah Kepala Sekolah Akui Adanya Permintaan Fee DAK 2018
ILUSTRASI. Sejumlah kepala sekolah penerima DAK 2018 di Kota Parepare mengakui adanya permintaan fee oleh oknum pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare. Foto: SINDOnews

PAREPARE - Sejumlah kepala sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 di Kota Parepare mengakui adanya permintaan fee oleh oknum pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Parepare, AKP Abdul Haris Nicolaus, Senin (13/5/2019).

Dia mengatakan, dari sebanyak 20 kepala sekolah yang telah diambil keterangannya, beberapa di antaranya mengakui adanya pungli tersebut.



"Ada beberapa (kepala sekolah) yang mengaku memberi pada oknum dinas terkait," jelasnya.

Namun, kata Haris, untuk pembuktian lanjutan, tak hanya cukup pengakuan dari sejumlah kepala sekolah.
Pihaknya, akan melibatkan saksi ahli, untuk melakukan perhitungan terhadap pelaksanaan kegiatan DAK 2018, utamanya yang dalam bentuk fisik.

"Keterangan sejumlah kepala sekolah, mesti kita sandingkan dengan bukti fisik. Akan terlihat jelas nantinya jika terjadi volume bangunan dari anggaran total yang diterima masing-masing sekolah," paparnya.

Selain puluhan kepala sekolah, tambah Haris, pihaknya juga telah mengambil keterangan dari kadis dan sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare. "Masih dibutuhkan waktu untuk pembuktian selanjutnya," katanya.

Sekadar diketahui, sekolah yang menerima DAK 2018 di Parepare diantaranya SDN 37, 43, 23, 28, 50, 88, 75, SD Swasta Bina Insan, 31, 30, 27, 52, 47, 16, 35, SMP 6, 12, dan SMP Guppi. Nilainya bervariasi, antara Rp11 juta hingga Rp600 juta.

Sebelumnya, PPK DAK 2018 Munir tidak menapik adanya pemberlakuan pemotongan 5% pada pelaksanaan mega proyek tersebut. Namun, kata Munir, 5% yang dimaksud berdasarkan aturan dan petunjuk teknis, termasuk di dalamnya potongan pajak.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook