alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mutasi Kepala Sekolah Disoroti, Disdik Koordinasi ke Pj Wali Kota

Syachrul Arsyad
Mutasi Kepala Sekolah Disoroti, Disdik Koordinasi ke Pj Wali Kota
Kepala Dinas Pendidikan Makassar akan segera melakukan koordinasi dengan Pj Wali Kota terkait dengan 9 kepala sekolah yang dimutasi menuai sorotan. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar segera menindaklanjuti polemik mutasi sembilan kepala sekolah (kasek), yang dipermasalahan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Mutasi kepsek yang dilakukan di zaman Moh Ramdhan "Danny" Pomanto masih menjabat sebagai Wali Kota Makassar itu, menuai sorotan dari orang nomor satu di Sulsel itu. Nurdin menilai, mutasi yang dilakukan pada saat itu, ada kejanggalan.

Kepala Disdik (Kadisdik) Kota Makassar, Abdul Rahman Bando yang dimintai komentar soal itu mengaku akan segera berkoordinasi dengan penjabat (pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb. Apalagi, sorotan Gubernur Sulsel ini sudah dia dengar langsung.



“Tentu pertama saya akan menunggu arahan dari pj Wali Kota Makassar. Pj nanti akan melakukan konsultasi kepada gubernur, selanjutnya ke Kemendagri. Kita sudah dengar penjelasan pak gubernur untuk meminta evaluasi," beber Rahman.

Dia tak menampik, sembilan kasek yang dimutasi tersebut, berasal dari jenjang SMP. Bahkan, ada diantaranya yang berprestasi, termasuk memiliki meraih penghargaan atas sekolah yang dipimpinnya.

“SMP sembilan orang tidak terposisikan dan di antara mereka ada kepala sekolah berprestasi. Pada 2 Mei lalu mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai guru berprestasi, tapi ternyata tidak terposisikan. Ini yang menjadi bahan evaluasi apa yang dijelaskan oleh pak gubernur tadi," paparnya.

Dia melanjutkan, kasek yang dimutasi itu memiliki nomor unik kepala sekolah (NUKS) sebagai syarat utama menjadi kasek. Hal inilah yang menjadi pertanyaan gubernur Sulsel soal alasan dimutasinya kasek yang notabene dinilainya berkompeten.

Rahman pun enggan berkomentar lebih jauh apakah mutasi yang dilakukan pada akhir masa jabatan Danny Pomanto sebelumnya itu dinilai melanggar. Yang bisa dia pastikan, kasek yang dimutasi tersebut memang berprestasi.

“Saya tidak bisa berkomentar soal prosedur, tetapi faktanya bahwa memang ada kasek. Kita yang tidak terposisikan, tapi mereka memilik nomor unit kepala sekolah dan termasuk kasek yang berprestasi. Termasuk diantaranya ada yang merupakan meraih Adiwiyata ada yang Adiwiyata Nasional," sebut dia.

Rahman menjamin, sorotan gubernur Sulsel ini tidak menimbulkan gejolak pendidikan di sekolah. Apalagi pihaknya, sudah mengimbau tiap kasek yang melapor langsung kepadanya agar tetap menjalankan tugasnya sampai mendapat SK pengangkatan baru.

Pasalnya, Rahman mengaku, hingga kini kasek yang dimutasi belum menerima SK definitif sejak pelantikan. “Semua tentu sudah melapor, tapi kan belum ada SK definitif, petikan surat keputusannya dan serah terima. Mereka masih harus menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Karena kita barusan selesai ujian nasional dan tentunya masih harus ada tindak lanjutnya untuk menentukan kelulusan anak didik kita," urai dia.

Sebelumnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyoroti mutasi pejabat di zaman Danny Pomanto. Hal ini dia sampaikan langsung usai melantik pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb di halaman Balai Kota Makassar, Senin (13/5) lalu.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads