alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Caleg Internal Partai Golkar Diduga Saling 'Curi' Suara

Luqman Zainuddin
Caleg Internal Partai Golkar Diduga Saling Curi Suara
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel saat ini tengah memproses laporan dugaan pergeseran suara antara Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sulsel internal Golkar. Laporan itu diajukan oleh Rahmat Anzari yang tak lain adalah saksi partai berlambang beringin ini.

"Malam ini ada dua sidang yang akan kami lakukan. Salah satunya dilaporkan oleh saksi Golkar. Melaporkan adanya dugaan indikasi pergeseran suara di Makassar, sidang administrasi cepat ini, laporannya sedang kami cermati," ungkap Komisioner Divisi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad kepada SINDOnews, Kamis (16/05/2019).

Saiful menceritakan, awal mula kasus tersebut, dilaporkan oleh saksi Golkar untuk Dapil Sulsel II DPRD Sulsel. Lantaran menemukan adanya pergeseran suara antara Dua Calon Legislatif (Caleg) Golkar. Masing-masing adalah Rahman Pina dan Imran Tenri Tatta Amin.



Kedua orang itu adalah Caleg DPRD Sulsel dari Dapil II untuk partai Golkar.

Saiful tak menyebut, pihak mana yang diuntungkan dengan dugaan pergeseran suara antara Caleg Golkar tersebut. Tapi, berdasarkan pembacaan model DB1 DPRD Sulsel Dapil II, Rahman Pina meraih suara paling tinggi dari Caleg internal Golkar. Ia mengalahkan Imran Tenri Tatta, yang merupakan petahana.

Adapun proses pencermatan yang dilakukan Bawaslu kata Saiful, akan mencocokkan data yang ada, baik C1 yang dimiliki Bawaslu, DAA1 Bawaslu, hingga DA yang dimiliki KPU. Sehingga kesimpulan yang dihasilkan nanti kata dia, membuktikan apakah memang terjadi pergeseran suara atau tidak. Serta, memastikan, suara itu kembali ke tuannya jika memang dugaan pelapor terbukti.

"Kalau terbukti ada pergeseran, tentu suara tersebut akan kita kembalikan ke pemilik aslinya. Kalau ada indikasi penyelenggara bermain di sini, maka ini adalah pidana," pungkas dia.

Sementara itu perolehan suara antara Imran dan Rahman Pina di Dapil II berdasarkan model DB1 cukup tipis. Imran mengumpulkan suara sebanyak 14.840 suara. Sementara Rahman Pina 15.128 suara. Margin keduanya, sebanyak 288 suara.

Selain melaporkan ke Bawaslu Sulsel, salah seorang saksi Golkar saat rapat lleno rekapitulasi atas nama Heri Syamsuddin sempat melayangkan protes dan belum bisa menerima hasil Pemilu untuk DPRD Sulsel. Dia menganggap telah tejadi pergeseran suara di internal partai.

"Ada pelanggaran. (Suara) yang bergeser di Kecamatan Manggala, kelurahan Biring Romang. Biringkaya kelurahan Bangkala, Sudiang Raya terdapat 7 TPS, Bulurokeng 3 TPS, Kelurahan PAI, Barukang, Laikang, Sudiang raya dan kecamatan Panakukang 20 TPS," kata Heri sambil menyebut TPS yang diduga menjadi lokasi bergesernya suara.

Ketua KPU kota Makassar, Farid Wajid mengatakan jika permasalahan ini baru muncul di level provinsi. Sementara, pada tahap-tahap sebelumnya, tak pernah ada sanggahan dari Golkar.

"Seharusnya permasalah jumlah suara tingkat TPS itu diselesaikan di tingkat kecamatan. Paling tinggi di tingkat kota, tapi saat kita melakukan rekapitulasi tingkat kota permasalahan ini tidak ada muncul," pungkas Farid.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook