alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sebut People Power Telan 200 Korban Jiwa, Oknum Honorer Ditangkap

Faisal Mustafa
Sebut People Power Telan 200 Korban Jiwa, Oknum Honorer Ditangkap
Polda Sulsel saat merilis penangkapan oknum honorer Dinsos Sulsel, yakni Muhammad Aufar karena kampanyekan people power dan menyebut akan ada jatuh korban 200 jiwa. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Oknum Honorer Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan bernama Muhammad Aufar (29), terpaksa harus berurusan dengan kepolisian lantaran dinilai memposting status berbau provokatif dan berisi isu Suku, Agama, Ras, Antar Golongan (SARA).

Dalam postingan yang diunggah 15 Mei 2019 dengan menggunakan akun bernama Muh Aufar Afdillah Alham, pelaku mengajak orang untuk melakukan gerakan people power, MA juga menyebutkan akan ada korban jiwa sebanyak 200 orang saat gerakan tersebut dilakukan. Status ini diunggah pada tanggal 15 Mei 2019 dalam akun Facebooknya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, awal pengungkapan kasus ini saat tim Sub Dit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel melakukan patroli siber.



"Ketika tim cyber Krimsus Polda Sulsel melakukan patroli siber ditemukan di salah satu akun Facebook atas nama Muh Aufar, di akun Facebook tersebut dia mengatakan bahwa kami tidak perlu capek menunggu kesiapan KPU karena semua pun sia-sia, karena kami jauh lebih siap untuk people power tanggal 20 sampai 22 Mei 2019. Diperkirakan memakan 200 korban jiwa nanti," jelasnya saat rilis di Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/5).

Dicky mengungkapkan, selang sehari saat pelaku mengunggah status tersebut petugas kemudian akhirnya mampu melacak keberadaan Muhammad Aufar dan diamankan di sebuah rumah di sekitar Jalan Adhiyaksa Kompleks Kejaksaan, Kecamatan Panakukang, Makassar, Kamis (16/5).

Dilanjutkan Dicky, Lelaki lulusan Ilmu Sosial di salah satu perguruan tinggi di Bandung mengaku nekat memposting status tersebut lantaran kesal dengan pemerintah.

"Hasil pemeriksaan awal, dia katakan karena kecewa dengan pemerintah, akhirnya dia membuat akun seperti ini. Tersangka ini jelas melanggar pidana ucapannya ini sangat berbahaya sekali di akun media sosial," lanjutnya.

Selain itu kata Dicky, pria yang mengaku sudah 7 tahun bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dengan lugas menyebut dirinya sadar memposting status tersebut di media sosial.

"Sangat sadar, sangat sehat, karena dia adalah honorer di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Dia tidak dalam keadaan sakit ataupun ditekan, itu tidak," kata Dicky.

Ketika ditanya apakah ada keterlibatan pelaku dalam tim salah satu pemenangan calon presiden, Dicky menyebut pihaknya sedang menyelidiki.

"Menurut keterangan awal ini (Keberpihakan Paslon) belum ada, tapi kita akan dalami, apakah dia ikut kelompok A atau Kelompok B. Nanti kita akan dalami," tegasnya.

Sementara itu Muhammad Aufar mengaku klaimnya atas korban jiwa 200 orang hanya menindak lanjuti dari berita-berita yang tersebar di Facebook.

"Soal (Korban Jiwa 200 orang) itu juga dari berita-berita di Facebook, kalaupun memang keterangan akhirnya, jika terjadi bentrok atau ada provokasi," katanya.

Ia juga mengakui perbuatannya dan siap menerima konsekuensi hukum yang akan diberikan. "Yah kalau menyadari, tentu saya sadari, karena memang dalam kondisi sadar juga waktu saya buat status, dan saya tahu kalau saya salah," katanya.

Pelaku sendiri dijerat pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI. No. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook