alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kementan Motivasi Kaum Milenial Gowa Jadi Petani Modern

Herni Amir
Kementan Motivasi Kaum Milenial Gowa Jadi Petani Modern
Bincang Asik Pertanian Indonesia (BAKPIA) dengan tema Petani Milenial Mendukung Pembangunan Pertanian di Polbangtan Gowa, Jumat (17/05/2019). Foto : SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak kaum milenial untuk terjun di sektor pertanian. Sektor ini dinilai secara umum sangat menarik dan menjanjikan kesejahteraan.

Kabiro humas Kementan Guntoro Boga Andri mengatakan, secara umum sektor ini sangat menarik dan memberikan keuntungan lebih. Apalagi saat ini telah berkembang green industry atau industri berbasis pertanian.

"Ini yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat bahwa pertanian itu keren.
Apalagi dari sektor ekonomi, Nilai Tukar Petani (NTP) selama lima tahun terakhir cukup baik sehingga tidak ada alasan kita untuk pesimis,"ungkapnya saat Bincang Asik Pertanian Indonesia (BAKPIA) dengan tema Petani Milenial Mendukung Pembangunan Pertanian di Polbangtan Gowa, Jumat (17/05/2019).



Untuk pengembangan pertanian kedepan lanjutnya, ada banyak hal yang berpotensi untuk dikembangkan. Tidak hanya fokus pada sektor tanaman pangan yang selama ini menjadi tumpuan pertanian.

Ada beberapa bidang yang bisa dibidik antara lain perkebunan dan peternakan yang sangat perspektif untuk pengembangan ekspor. Guntoro mengklaim jika agrikultur dapat memberikan nilai keuntungan dan paling penting cashback cepat.

"Holtikultura dalam 3 bulan bisa panen. untungnya besar dibanding sektor tanaman pangan yang selama ini jadi konsentrasi kita. Tanaman pangan penting, tapi kalau generasi muda mau cepat kaya, masuk ke holtikultur atau perkebunan,"paparnya.

Karena itu, yang perlu ditingkatkan adalah memberikan motivasi untuk meninggalkan paradigama bahwa pertanian tidak menguntungkan, atau pertanian itu kumuh.

Kaum milenial harus dibekali semangat optimismis kemudian pengetahuan teknik budidaya dan pemasaran atau peluang.

Untuk itulah Kementerian Pertanian fokus terhadap regenerasi petani salah satunya program petani milenial dengan menyasar target hingga 1 juta petani dari 40.000 kelompom dari seluruh indonesia.

"Di Sulsel sendiri sudah ada 2.000 kelompok petani milenial. Kita target dalam 2 bulan program 1 juta petani tercapai. Sekarang sudah diposisi 69%,"paparnya.

Dia berharap dengan bekal pengetahuan dan skema permodalan yang sudah disiapkan pemerintah, pihaknya optimistis target tersebut dapat dipenuhi.

Apalagi minat kaum muda untuk terjun di bidang pertanian cukup meningkat dengan beragam terobosan yang diberikan baik dari sistem.pemasaran maupun penggunaan teknologi.

Dalam kesempatan itu, Kementan menghadirkan petani-petani milenial sukses di Sulsel berbagi kisah keberhaslan mereka. Seperti Arisman petani hidpronik sayur.

Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Dadang Riyada mengatakan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan Kementan bagaimana meraih perhatian dan meyakinkan anak-anak muda untuk tertarik di sektor pertanian.

Sehingga kata dia, kaum milenial itu akan mampu mengisi ruang-ruang perluasan areal tanam dan krisis petani, termasuk membuka lapangan pekerjaan.

"Bayangka jika setiap desa memilimi setiap kelembagaan petani mileni dengan anggota 100 orang. Berarti ada 7,5 juta lapangan kerja yang tersedia di setiap desa,"jelasnya.

Pihaknya juga saat ini tengah gencar mendorong kerjasama kelembagaan dengan pemerintah daerah maupun BUMN terkait pemamfaatan lahan dengan sistem bagi hasil.

"Sudah banyak dikerjasamakan seperti di Sidrap Sulawesi Selatan, di Maluku, Kalsel, Jabar dan sumatera barat. semua berbasis kerjasama. Asumsi modal dari hasil Mou dengan tanah-tanah pemda atau BUMN itu yang nanti dibawa ke bank atau ke mitra, ke investor, untuk jadi modal," pungkasnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook