alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Danny Pomanto Bersyukur MK Selamatkan Hak Konstitusionalnya

Luqman Zainuddin
Danny Pomanto Bersyukur MK Selamatkan Hak Konstitusionalnya
Mantan Wali Kota Makassar periode 2014-2019, Moh Ramdhan Pomanto. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto mengaku sangat bersyukur atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap telah menyelamatkan hak konstitusionalnya.

Keputusan itu terkait dengan penolakan MK terhadap permohonan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) secara keseluruhan.

"Ya, saya kira negara ini negara hukum, bukan negara kekuasaan. Sehingga saya bersyukur puasa seperti ini, negara hadir melindungi hak warga negara. saya adalah salah satu bagian dari 250 juta warga negara Indonesia, tapi tetap diperhatikan," kata Danny Pomanto lewat sambungan seluler yang sementara melaksanakan ibadah Umroh, Senin (20/05/2019).



Ada pun salah satu pokok permohonan Appi-Cicu ke MK, meminta frasa 'pemilihan berikutnya' dalam Pasal 54D ayat (2) dan ayat (3) juncto ayat (4) UU 10/2016 RI tidak mengikat dan harus dimaknai sebagai pemilihan yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon yang sama melawan Kolom Kosong (KoKo).

Appi-Cicu berharap pada pemilihan berikutnya tak lagi melalui tahapan penyelenggaran. Akan tetapi kembali berkontestasi melawan kolom kosong seperti di Pilwali pada Juni 2018 lalu.

Pada Pilwali 2018 lalu, pasangan Appi-Cicu kalah perolehan suara sah atas kolom kosong pasca Danny Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) gugur sebagai calon.

Secara lengkap, frasa yang digugat Appi-Cicu itu ada dalam kalimat lengkap yang berbunyi (Ayat 2) jika perolehan suara pasangan calon kurang dari sebagaimana pada ayat (1), pasangan calon yang kalah dalam pemilihan boleh mencalonkan lagi dalam pemilihan berikutnya.

(Ayat 3) Pemilihan berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat 2, diulang kembali pada tahun beriikutnya atau dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang dimuat dalam peraturan perundang-undangan.

"Jadi, saya juga heran model tuntutannya, seperti dia mencabut hak pribadi saya. Padahal hak saya itu dilindungi oleh UU. Saya heran, ada tuntutan seperti itu. Yang tuntutan dulu itu, justeru mereka yang tidak bisa maju. Terbalik ini barang. Makanya saya tidak gubris," sambung Danny Pomanto.

Kendati haknya dilindungi, Danny Pomanto belum mau menegaskan untuk kembali mencalonkan pada Pilwali 2020 mendatang.
 
"Kita akan lihat kondisi seperti apa kedepan. Hak warga negara saya terlindungi. Luar biasa lah," pungkas Danny.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook