alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Rest Area Tiru Konsep Michinoeki Jepang

Mustafa Layong
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Rest Area Tiru Konsep Michinoeki Jepang
Gubernur Sulsel saat menghadiri seminar Michinoeki, Between Goverment of Sulsel and Government of Japan, di Baruga Pattingaloang, Rujab Gubernur Sulsel, Senin, (20/05/2019). Foto: Istimewa

MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulsel selama pemerintahan Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman segera membangun supermarket yang dikelolah kelompok masyarakat dan petani. Meniru program michinoeki (stasiun jalan) milik Jepang.

Penerapan kebijakan itu tak lepas dari hubungan baik Nurdin dengan Negeri Sakura yang terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Sebagai langkah awal, perwakilan Jepang akan meninjau rest area di Kabupaten Banteng.

Rencana itu diketahui saat Pemprov Sulsel dan Pemerintah Jepang menggelar seminar Michinoeki, Between Giverment of Sulsel and Government of Japan, di Baruga Pattingaloang, Rujab Gubernur Sulsel, Senin, (20/05/2019).



Pada kesempatan itu, hadir pula perwakilan Kementerian PU bidang Infrastruktur Jepang, Direktor International Affairs Office Planning Division Road Bureau Yoichi Odawara, Chief Representativ Indonesia Office Nexco, Kenji Saita, perwkilan JICA, perwakilan kedutaan Jepang untuk Indoensia, Konsulat Jenderal Jepang untuk Indonesia.

Sejumlah kepala daerah se Sulsel pun terlihat mengikuti seminar, yakni Bupati Luwu Timur, Tana Toraja, Enrekang, Wajo, Wakil Bupati Bone dan sejumlah perwakilan lainnya.

Nurdin mengatakan, pihaknya merencanakan pendirian 24 supermarket (michinoeki) di tiap kabupaten. Namum sebagai langkah awal akan didirikan di sepuluh lokasi pembangunan rest area.

Supermarket ini menjadi bagian dari implementasi ekonomi kreatif melalui kerjasama dengan Jepang.
"Sejalan dengan program kita untuk mengadakan sepuluh rest area. Sehingga kita mengharap supermarket yang ada disitu keterlibatan masyarakat dan petani, bukan lagi kelompok konglemerasi tapi basic-nya pada pemberdayaan," kata Nurdin.

Nurdin menyambut baik bantuan Jepang dalam memberikan pendampingan dan membagi pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan supermarket berbasis kerakyatan itu. Apalagi Jepang telah menerapkan michinoeki selama 25 tahun dengan jumlah mencapai 1.154 gerai yang dikelola petani.

Katanya, dengan program itu petani dan kelompok masyarakat akan lebih diberdayakan dan bersaing menciptakan prodak yang unggul. Pihak Jepang akan membimbing dan melatih SDM agar mampu pembuatan kemasan menarik dan mutu prodak yang tak kalah bersaing.

Katanya, dengan keberadaan supermarket berbasis ekonomi kerakyatan itu akan mampu menyaingi swalayan besar yang dikuasai konglomerat. "Pasti kalah, harga jauh beda, lebih murah (michinoeki) karena pakai harga petani kan. Jadi kalau saya ini ada transfer knowledge, transfer teknologi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulsel Bakti Haruni, pada tahun inu baru akan direalisasikan dua rest area, yakni di Kabupaten Barru dan Jeneponto. Progresnya saat ini masih dalam tahapan lelang proyek melalui UPL.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads