alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Nurdin Abdullah Ajak Orang Jepang Minum Tuak Manis Khas Sulsel

Mustafa Layong
Nurdin Abdullah Ajak Orang Jepang Minum Tuak Manis Khas Sulsel
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengajak Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi dan rombongan untuk meminum tuak khas Sulsel. Foto: SIDNOnews/Mustafa Layong

BANTAENG - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, mengajak Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi dan rombongan untuk meminum tuak khas Sulsel.

Ajakan itu dilakukan di sela peninjauan pengoperasian Rest Area Kabupaten Bantaeng, Selasa (21/5/2019).

Pada kesempatan itu, sejumlah pejabat asal Jepang yang dipimpin Deputy Director Planning, Division, Road Bereau, Ministry of Land Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Shaichi Watanabe melihat langsung fasilitas yang disiapkan rest area pertama di Sulsel itu.



Di halaman parkir, Nurdin mengajak rombongan dari negara sahabat itu berbelanja di pasar murah yang disiapkan. Konsuler Miyakawa tertarik membeli sirup khas asal Sulsel. Sirup berwarna merah mudah itu dikenal dengan merek DHT yang sudah melegenda. Usai membeli, meraka langsung mencicipinya.

Tak hanya itu, di sela-sela rangkaian kunjunyan, para anggota rombongan disuguhkan ballo (minuman tradisional) atau tuak aren manis. Minuman khas itu disajikan dalam kemasan botol kaca berukuran kecil.

Awalnya Miyakawa dan rombongan terlihat ragu mencicipi minuman berwarna putih pucat itu. Namun Nurdin berulang kali menyuguhkan sembari memberi informasi soal minuman tersebut yang serupa sake dari Jepang.

Setelah meneguk ballo manis produksi UKM Bantaeng itu, Miyakawa dan rombongan lainnya nampak menyukainya. Mereka meneguk berulang kali hingga isi botol habis.

"Ya, saya selama 2 tahun di Sulsel baru pertama kali minum jus lontar ini," kata Miyakawa kepada Koran SINDO, tadi.

Konsuler Jepang di Makassar itu menilai rasa dari minuman khas Sulsel itu baru pertama kali dirasakannya, bahkan berbeda dengan sake di Jepang.

"Rasanya enak. Ini pertama kali saya rasakan. Beda rasanya (sake). Unik dan segar," tutur Miyakawa dalam bahasa Indonesia.

Dengan rasa yang unik itu, Miyakawa menilai produk itu memiliki potensi besar untuk dipasarkan buat turis manca negara di Michi No Eki nantinya.

"Saya kira kalau itu bisa dijual di Michi No Eki untuk turis asing, itu akan sangat menarik," katanya.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook