alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

AS Ultimatum Turki Batalkan Beli Rudal S-400, Rusia Beri Respon

Agus Nyomba
AS Ultimatum Turki Batalkan Beli Rudal S-400, Rusia Beri Respon
Sistem pertahanan udara S-400 milik Rusia, akan dikirim ke Turki, meski terus mendapat kecaman dari Amerika Serikat. Foto: Istimewa

MOSKOW - Rusia melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, merespon negatif ultimatum Amerika Serikat (AS) terhadap Ankara untuk tidak membeli sistem pertahanan udara S-400 milik Rusia.

Dmitry Peskov mengatakan, memiliki posisi yang sangat negatif pada semua ultimatum, termasuk seruan Washington pada Turki untuk membatalkan kesepakatan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

"Kami sangat negatif tentang hal itu. Kami percaya bahwa ultimatum seperti itu tidak dapat diterima," kata Peskov kepada wartawan, ketika ditanya tentang sikap Kremlin atas pernyataan tersebut, dikutip di Sputnik, Rabu, (22/05/2019).



Sebelumnya pada hari itu, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan, bahwa sekelompok personel militer Turki telah tiba di Rusia untuk belajar mengoperasikan sistem pertahanan udara meskipun ada banyak ancaman AS.

Penyiar CNBC AS melaporkan pada hari Selasa, mengutip sumber-sumber, bahwa Amerika Serikat telah memberi Turki dua minggu untuk membatalkan perjanjiannya dengan Rusia. Jika tidak, Washington dilaporkan akan menghapus Ankara dari program F-35 Lockheed Martin.

Washington telah mengancam Ankara dengan sanksi atas rencana akuisisi S-400 dan berulang kali mengatakan akan menunda atau membatalkan proses penjualan pesawat F-35 ke Turki. Ankara, pada gilirannya, mengatakan bahwa pembelian peralatan militer adalah urusan kedaulatannya dan telah mengesampingkan kemungkinan meninggalkan rencananya.

Moskow dan Ankara menandatangani perjanjian pinjaman untuk pengiriman sistem S-400 pada bulan Desember 2017. Pengiriman pertama S-400 ke Turki diperkirakan pada bulan Juni. Kerja sama Turki dengan Rusia dalam pengiriman S-400 telah mendapat kecaman keras dari NATO dan Amerika Serikat, yang telah menyebutkan masalah keamanan dan ketidakcocokan S-400 dan sistem pertahanan udara NATO.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads